Beranda kutim adv pemkab Baru IPA PDAM Proyek MY Selesai, Lainnya Belum

Baru IPA PDAM Proyek MY Selesai, Lainnya Belum

522
0

SANGATTA (29/3-2019)

Pekerjaan proyek tahun jamak senilai Rp1,3 trilun,  tidak berjalan mulus. Baik dari segi pekerjaan, maupun pembiayaan, tidak berjalan sesuai dengan harapan. Bahkan, ada  proyek  yang nilainya puluhan miliar rupiah, namun belum kelihatan pekerjaan, meskipun kontrak sudah berjalan setahun lebih.

Salah satu proyek Pemkab Kutim tahun 2018 yang dibangun dengan sistem multi years.

 Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan  akan mencermati kondisi proyek yang ada. Sebab, kalaupun ada yang berjalan tanpa progres yang jelas, tapi ada juga yang sudah selesai, namun pembayaran tidak sesuai dengan progres pekerjaan.

“Pemkab akan melakukan evaluasi terkait dengan kemajuan pekerjaan, termasuk kemajuan pembayaran pekerjaan proyek tahun jamak. Sebab ada pekerjaan yang ternyata selesai, tapi pembayarannya  masih belum selesai. Sedangkan, adapula proyek yang belum kelihatan pekerjaanya di lapangan, meskipun kontrak sudah berjalan setahun,”  jelas kasmidi.

Proyek yang sudah selesai pekerjaanya namun pembayarannya belum selesai, dijelaskan Kasmidi yakni   pembangunan instalasi pengolahan air II PDAM  Jalan Soekarno-Hatta, peningkatan jalan di Muara Bengkal, sudah hampir rampung, tapi pembayaran juga belum sesuai kemajuan pekerjaan.

Sementara pekerjaan yang masih belum kelihatan di lapaangan antara lain adalah pekerjaan kolam renang di komleks Stadion Kudungga, dan beberapa kejejaan lainnya. “Yang belum ada kemajuan ini, telah kami surati, agar kerja,  kalau memang sanggup kerja. Surat kedua, sedang kami susun. Kalau nanti belum juga ada kemajuan, akan kami surati yang ke tiga kalinya, sekaligus meminta apakah mereka mampu kerja atau tidak. Tentu kalau mampu, agar segera kerja, tapi kalau memang tidak mampu, akan diganti, ” katanya.

Sekedar diketahui, proyek kolam renang yang dikerjakan PT Nangroe Investama  yang bernilai Rp44 miliar  jadi sorotan karena proyek ini sebenarnya digadang-gadang akan menjadi venue porprov Kaltim tahun lalu. Namun proyek dengan kontrak pekerjaan 300 hari itu, hingga kini, belum digarap. Padahal,  proyek mendapat pendampingan Kejari Sangatta ini.

Beberapa hari lalu, wartawan yang sempat mengintip dari balik pagar seng proyek, melihat hanya ada  dua alat berat  di dalam lokasi beserta sebuah truk mixser. Selain itu, ada tumpukan besi beton, namun tak ada kegiatan apa-apa. Bahkan pagar hanya dikunci, tanpa penjagaan. (ADV-Humas Setkab Kutim)

Artikulli paraprakPolres Kutim Bagi-Bagi Sembako di Jumat Barokah
Artikulli tjetërPrabowo Ingin Indonesia Besar, Rakyat Senjahtera