Beranda hukum Gunakan Deviden Penyertaan Modal di Bank Kaltim Untuk Bayar Utang

Gunakan Deviden Penyertaan Modal di Bank Kaltim Untuk Bayar Utang

810
0

SANGATTA (12/2-2018)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) berencana menarik keuntungan dari penyertaan modal di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim. Penarikan ini dipertimbangkan untuk pembayaran berbagai proyek.
Sekertaris Kabupaten Kutim Irawansyah, pada wartawan, kemarin Senin (12/13), menyebutkan, untuk menyelesaikan kewajiban pemkab kepada pihak ketiga, sedang dipertimbangkan menarik deviden pada Bank Kaltim. “Selama ini, Pemkab Kutim tidak pernah menarik deviden sebagai salah satu pemegang saham di Bank Kaltim,” katanya.
Dijelaskan Irawasnyah, deviden Pemkab kutim pada Bank Kaltim mencapai Rp100 miliar, sehingga diharapkan mampu meringankan utang proyek Pemkab Kutim yang mencapai Rp500 miliar lebih.
Meskipun ada keinginan menarik deviden, namun belum final. Sebab, masih harus dilakukan kalkulasi dengan berbagai pertimbangan. “Yang ditarik hanya deviden, bukan modal,” katanya tanpa menyebutkan berapa dana Pemkab Kutim yang dijadikan modal pada Bank Kaltim.
Ia membenarkan, pertimbangan menggunakan deviden karena dengan meminjam, bunga yang dibebankan terlalu besar. “Pemkab pernah mau pinjam, tapi bunganya sekitar 13 persen sehingga dibatalkan, jadi kini opsinya ambil deviden saja,” bebernya.
Seperti diberitakan, Pemkab Kutim saat ini terlilit utang proyek. Proyek tahun 2017 yang berlum terbayar, yang harus dilunasi tahun yang berjumlah sekitar Rp500 miliar. Belum termasuk utang dana lebih salur dari Pusat, yang diakui juga mencapai bernilai Rp500 miliar. “Utang dana lebih salur ini, sudah di sepakati akan dicicil bayarnya. Skemanya, akan dicicil selama tiga tahun anggaran,” jelas Irawansyah.(SK2)

Artikulli paraprakPolsek Sangkulirang Jadi Posko Pencarian Kapal Tabrakan
Artikulli tjetër3 Jembatan Senilai Rp130 M Dibangun Melalui Proyek Multi Years