Beranda kutim adv pemkab Berubah Nama, Pembangunan Causeway Pelabuhan Laut Diserahkan ke Pemkab Kutim

Berubah Nama, Pembangunan Causeway Pelabuhan Laut Diserahkan ke Pemkab Kutim

2195
0

SANGATTA (4/3-2019)

Pembangunan Pelabuhan Laut di Dusun Kenyamukan Sangatta Utara menjadi salah satu usaha Pemkab Kutim memberikan jaminan kepada investor.

Pembangunan lanjutan causeway, akhirnya dikembalikan ke Pemkab Kutai Timur karena Pelabuhan Sangatta diubah namanya menjadi Pelabuhan Kudungga yang belum ada Rencana Induk Pelabuhannya (RIP).

“Karena belum ada RIP, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyerahkan aset causeway menjadi aset Pemkab Kutim, karena sudah jadi aset Kutim, maka causeway, yang sebelumnya dibangun dari anggaran pemerintah pusat akan dilanjutkan pembangunannya oleh Pemkab Kutim. Namun karena proses anggaran sudah selesai, bahkan sudah berjalan, Pemkab Kutim akan menggunakan dana CSR untuk membangun causeway,” jelas Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Senin (4/3).

Meskipun mengatakan anggaran menggunakan dana CSR, namun Kasmidi tidak menyebutkan berapa nilainya, termasuk CSR perusahan mana karena butuh anggarannya besar. Kasmidi mengungkapkan setelah pekerjaan menggunakan CSR selesai, saat proyek multi years masuk pembangunan akan dilanjutkan.

Seperti diketahui, causeway Pelabuhan Kudungga, kali pertama dibangun menggunakan APBN, senilai Rp45 miliar. Namun pembangunan belum selesai, direncanakan dalam beberapa tahun belakangan ini akan dilanjutkan. Dengan berbagai alasan, tidak pernah dilaksanakan. Hingga akhirnya, muncul alasan baru, kalau pelabuhan tersebut belum ada RIP. Karena itu, aset yang ada diserahkan ke Kutim, untuk dilanjutkan pembangunannya.

Pelabuhan laut yang berada di Dusun Kenyamukan ini, termasuk bagian dari tol laut wilayah delapan yang dioperasikan sejak tahun 2016, namun kapal-kapal yang melayani wilayah ini belum singgah di Kutim, karena pelabuhan belum rampung terutama cause way

Selain cause way, fasilitas sisi darat, juga belum terbangun seperti kantor pelabuhan, kesyahbandara, ruang tunggu, kesehatan, keamanan dan gudang serta fasilitas lainnya. Namun, meskipun sisi darat belum selesai, jika causeway telah rampung, pelabuhan konon bisa difungsikn meski seadanya seperti bongkar muat barang.(ADV-Humas Setkab Kutim)

Artikulli paraprakKadir : Wajar Sangsel Usul Rp200 M di Musrenbang
Artikulli tjetërTK2D Kantor Bupati Terima SK Tahun 2019