Beranda kutim Catatan Perjalanan Haji (13)

Catatan Perjalanan Haji (13)

792
0
Suasana depan Masjidil Haram dikala masih pagi

Hanya 6 Riyal Saudi Bisa Umrah

SALAH satu aktifitas yang dilakukan jamaah haji  sambil menunggu waktu wukuf yakni umrah, kegiatan umrah ini umumnya dilakukan sebelum dan sesudah shalat subuh, karena waktunya cukup lama. Selain itu udaranya sejuk, berbeda setelah zuhur atau asar.

Tiket bus untuk miqat di Tan’im.

Untuk melakukan umrah sebenarnya tak mahal lagi jika sudah di Makkah, hanya dengan uang 6 Riyal Saudi sudah cukup. Namun ada saja jamaah yang tidak mengerti akhirnya “terpedaya” dengan ajakan   umrah seseorang dan harus membayar 60 Riyal Saudi atau Rp240 ribu dengan  paketnya mengantar miqat, kemudian Masjidil Haram sedangkan pulang tanggung sendiri.

Bagi jamaah haji yang akan melakukan umrah, disarankan sebelum atau setelah shalat subuh, caranya mengambil miqat di Tan’im.

Untuk pergi ke perbatasan antara tanah haram dan tanah halal yang berada  di sisi utara Kota Makkah Al Mukaramah dari arah Madinah, tidak sulit. Pasalnya banyak bus yang menyediakan angkutan bagi jamaah yang akan melakukan miqat, jaraknyapun tak jauh sekitar 7 Km dari Masjidil haram.

Bagi jamaah yang akan melakyukan umrah ketika berada di Masjidil Haram, bisa menuju lokasi bus yang berada di sekitar Hotel Hilton. Kalaupun ragu dengan lokasi mangkal bus, bisa  tanya  dengan petugas kebersihan atau keamanan sekitar maal, Isnya Allah  mereka akan menunjukan atau bisa mengikuti jamaah yang sudah mengerti dan akan melakukan miqat yang cirinya mereka sudah mengunakan ihram terutama jamaah dari Turki.

Di Tan’im fasilitas untuk miqat tersedia lengkap termasuk tempat mandi atau ganti pakaian, sedangkan untuk shalat di Masjid Aisyah. Setelah itu, kembali ke lokasi bus jurusan Tan’im – Masjidil Haram yang lokasinya berada di depan pintu keluar masjid, berbeda dengan pintu kedatangan.

Nah bagi jamaah yang membawa tas, sebaiknya dititipkan pada tempat penitipan tas yang tersedia banyak sekitar Masjidil Haram. Namun, yang perlu diingat nomor lokernya, jangan sampai keliru karena bisa membuat kita semakin lelah setelah tawaf dan sa’i.

Lokasi miqat terdekat dengan Masjidil Haram ini tak pernah sepi dengan jamaah umrah, karenanya kapan saja mau umrah bisa saja. Namun, sepekan menjelang wakuf sebaiknya niat umrah ditunda dulu, ini tiada lain kondisi Masjidil Haram yang sudah padat selain itu kendaraan (bus,red) atau taksi sudah ada yang beroperasi sekitar Masjidil Haram, sehingga jamaah harus jalan kaki sehingga menguras tenaga terlebih saat cuaca tak bersahabat.(bersambung/syafranuddin)

Artikulli paraprakSengketa Buruh Terkendala Tenaga Pengawas Tenaga Kerja
Artikulli tjetërBandar Sabu Gang Pelita Sangatta Dituntut Rp1 M dan Penjara 15 Tahun