Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (21)

Catatan Perjalanan Haji (21)

724
0
Suasana di Musdalifah jangan kaget dengan kondisinya tentu sulit untuk kita melintas karenanya harus pandai mencari celah agar bisa melewati.

Agar Kaki Tidak Melepuh

NAPAK tilas Arafah – Musdalifah, Mina dan Makkah dengan jalan kaki ternyata jauh lebih menyenangkan, selain bisa merasakan perjalanan haji Rasulullah, juga lebih cepat. Namun, bagi jamaah sakit atau memang tak mampu berjalan kaki, jauh disarankan sebaiknya menggunakan kendaraan karena bisa istirahat.

Selain itu, jika jalan kaki sebaiknya dalam kelompok kecil maksimal satu kelompok 4 orang untuk memudahkan jika terpisah, selain itu jika naik taksi tidak sulit. Potensi terpisah sangat besar terutama saat memasuki Musdalifah dimana banyak jamaah sudah melakukan mabit, bahkln tidur karena kelelahan.

Untuk melewati jamaah yang bisa meneruskan perjalanan menuju jamarat Aqabah tentu harus mencari celah, terutama melintasi jamaah yang tidur. Kecuali pada pukul 02.00 hingga 03.00, keadaan kembali longgar karena sebagian jamaah sudah mulai bergerak menuju Jamaraat Aqabah.

Jarak antara Musdalifah dengan Jamaraat Aqabah sekitar 7 Km,  untuk menuju lokasi pelemparan pertama ini tidak perlu takut, karena cukup mengikuti arah perjalanan jamaah lainnya. Selain itu terdapat kereta api, cuman untuk menuju stasiun kereta api ini tidak gampang karena jalan yang dilewati padat.

Satu hal yang perlu diingat, jamaah saat melakukan napak tilas jangan sampai lupa untuk mencari kerikil atau batu, sedangkan bagi jamaah yang menggunakan bus sudah diisediakan Maktab. Selain itu, jamaah yang jalan kaki wajib selalu membasahi kaki, tujuannya agar kaki tidak sakit dan lebih segar.

                Alhamdulillah, dengan terus menerus membasahi kaki, kaki saya tidak lecet atau melepuh. Yang tak kalah pentingnya, membawa bekal berupa makanan ringan apakah roti, cokelat atau nasi. Tujuannya agar stamina tetap prima, jika dilihat dengan jarak memang tak seberapa tapi cuaca Arab yang panas membuat cadangan energy kita terkuras selain itu waktu istirahat selama berada di Arafah, kurang.(Syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakCatatan Perjalanan Haji (20)
Artikulli tjetërCabuli Gadis Berkebutuhan Khusus, ARP Dituntut 2 Tahun Penjara