Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (44)

Catatan Perjalanan Haji (44)

1029
0

Waspadai Kejahatan Meski di Tanah Suci

Jamaah wanita keluar pemondokan selalu berteman termasuk ke WC umum, selain itu selalu menggunakan masker untuk tidak menjadi sasaran tangan jahil.

KEAMANAN dan keselamatan selama melaksanakan ibadah haji harus menjadi perhatian jamaah, masalahnya tindak kriminal bisa saja terjadi. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia beberapa kasus tertentu bisa saja terjadi seperti penipuan, pencurian, perampasan atau copet serta pelecehan seks terhadap kaum perempuan.

                Karenanya jamaah haji jika berpergian ke luar  pemondokan biasakan ada teman berdua atau bertiga, bagusnya berempat. Selain itu,  tidak membawa uang dalam jumlah banyak serta berusaha menggunakan kendaraan umum yang sudah disediakan yakni bus shalawat.

Kondisi rebutan naik bus shalawat. Disini kerap jamaah wanita menjadi korban tangan jahil entah disengaja atau tidak karena rebutan karena jika suami istri, sang istri berada di depan.

                Kalaupun harus menggunakan taksi, wajib ada pria yang menemani serta memperhatikan semua tanda-tanda kendaraan baik nomor lambung, wajah sopir serta nama yang tertera pada ID Cardnya. Di Makkah atau Madinah, banyak taksi gelap jadi wajib hati-hati jika menghentikan kendaraan.

                Kalau tidak berpergian dan kebetulan seorang diri di kamar, sebaiknya segera mencari teman yang kebetulan tidak berpergian terutama jamaah wanita karena berhalangan atau sakit. Selama belum ada teman satu kamar datang, sebaiknya tidak membuka pintu untuk siapapun dan kalau ada petugas hotel masuk untuk melakukan pembersihan kamar sebaiknya keluar kamar  dahulu dan berkumpul dengan jamaah yang kebetulan tidak berangkat ke masjid, jangan lupa kunci kamar dibawa.

               Hal yang perlu diperhatikan jamaah wanita, hendaknya tidak bermike up  berlebihan seperti memakai lipstik kecuali pelembab bibir, pasalnya ada saja yang  jahil jika melihat wanita Indonesia memakai lisptik dan mike up lebih. Bahkan mereka tak segan-segan melakukan pelecehan seks dengan memegang bokong atau bagian tertentu lainnya, terlebih korbanya hanya diam.

               Kasus pelecehan seks ini kerap terjadi ditempat-tempat padat, bahkan dalam toko saat  tidak ada pengunjung lain atau lorong jalan yang kebetulan sepi. Karenanya selama di Arab Saudi tidak usah berdandan berlebihan,   termasuk dalam berpakaian jangan sampai terlihat lekukan badan, dan jika penjual mengajak ke dalam sebaiknya pura – pura tidak dengar atau meminta ia mengambilkan barangnya kemudian bawa keluar.

               Bagi jamaah suami istri, ditempat-tempat padat seperti naik bus shalawat usahakan istri berada di depan, dan jika tidak mendapat tempat duduk usahakan lihat berhadap-hadapan . Kalau naik taksi, saat masuk  pria terlebih dahulu dan saat turun wanita lebih dahulu.

                Saat  berbelanja, harus ditanyakan jelas berapa harga barang yang dijual dan jangan memberikan uang dalam nilai besar seperti 100 riyal, 500 riyal cukup 50 riyal. Karena bisa saja uang kembaliannya tidak sesuai, sementara bahasa sama-sama tidak mengerti jadi sebaiknya berbelanja pada tempat-tempat ramai.

                Kalaupun harus membawa uang dalam pecahan besar di atas 100 riyal,  dipisah dengan uang pecahan kecil.  Uang pecahan besar bersama kartu ATM disimpan tempat tersendiri dan dimasukan dalam kantong baju kaos, ini lebih aman ketimbang di taruh dalam tas paspor.

                Jika ada orang menawarkan jasa untuk menyediakan tempat duduk makan, biasanya di mall-mall, jangan mau diikuti karena mereka umumnya pelaku kejahatan yang membawa korbannya ke tempat sepi (lorong,red) dan merampas barang yang dibawa seperti tas paspor yang mereka ketahui berisi uang.

                Jadi kewaspadaan perlu tinggi meski berada di Makkah dan Madinah, terlebih-lebih di Jeddah.(syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakJalan Santai Bhayangkara Semarak
Artikulli tjetërRPH Batota Sudah Lampaui Target PAD