Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (49)

Catatan Perjalanan Haji (49)

507
0

Tergiur Pedagang, Koper Over Load

Gaya para pedagang di Madinah saat memasarkan makanan dan barangnya.

BERBAGAI  cara pedagang di Madinah memasarkan barang dagangannya, terutama untuk memikat hati jamaah haji. Pedagang yang umumnya warga pendatang seperti Yaman, Indonesia dan India, tampak piawi menarik perhatian jamaah.

                Bahkan seorang pejual bersama anaknya, dengan aktraktif melemparkan barang daganganya seraya teriak-teriak.  Selain itu ada pedagang yang berdiri di kursi sambil memegang spanduk bertuliskan 3 Suadi Riyal, namun WNI yang ada di Madinah juga tak mau kalah mereka dengan tas kersek ukuran besar menjajakan nasi goreng dan kuning. Bahkan ada juga yang menghadang jamaah haji Indonesia dengan tulisan Bakso.

Ayo Murah-Murah ……………..siapa lagi………………………!

                Perebutan hati jamaah ini tampaknya sudah ada kaplingnya sehingga tidak berebut pasar, pengamatan Suara Kutim.com dipasar belakang Assalam Museum, rata-rata pedagangnya dari Yaman dengan barang dagangan cendramata,pakaian dan kurma.

                Sedangkan pedagang dari India, mereka umumnya menempati toko-toko yang ada sekitar hotel dengan barang dagangan pakaian, makanan khas India atau Pakistan, sementara WNI berdagangan makanan khas Indonesia diantaranya bakso, nasi kuning dan nasi goreng.

Menariknya, semua pedagang yang ada  sudah tertata rapi, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, dimana semua pedagang sesuka hati membuka lapaknya sehingga mengganggu jalan jamaah.

Tidak heran, kala itu, para pedagang kala itu  matanya ke sana kemari mengamati petugas tanpa memperhatikan pembeli. Pasalnya, jika tertangkap petugas semua barang langsung disita dan pedagangnya dimasukan kedalam mobil berkarengkeng.

Banyak dan beragam cara pedagang menarik perhatian jamaah tentu, bakal menambah beban barang bawaan jamaah saat pulang. Sementara quota hanya 32 Kg, tentu jika berlebihan berdampak dengan pengurangan barang bawaan.

Yang perlu dicatat, dalam penerbangan haji tidak ada pembayaran akibat kelebihan berat barang, yang ada koper isinya dikurangi sehingg sesuai ketentuan yakni 32 Kg di koper dan 7 Kg di tas tenteng.

Karena ketatnya aturan yang diberlakukan, sebelum pulang ke tanah air sejumlah jamaah terpaksa mengirim barangnya melalui jasa Pos yang ada depan Pintu 25 dan 8 Masjid Nabawi.(syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakPeduli Bengkulu, KPC Terima Penghargaan Menteri ESDM
Artikulli tjetërJasad Wahyu Ditemukan 1 KM Dari TKP