Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (54)

Catatan Perjalanan Haji (54)

766
0
Pekerja kebersihan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga bisa menjadi tempat kita menyalurkan sedekah.

Kaget Sapu Ijuk Dari Jerman

MENELUSURI sudut-sudut  Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ada saja hal-hal yang menarik perhatian. Salah satunya, pekerja dan alat yang digunakan. Salah satu hal yang penting bagi lingkungan kedua masjid yakni kebersihan.

Sapu Ijuk yang bertuliskan Made in Germany

Petugas kebersihan di Masjidil Haram mencapai ribuan orang, mereka bekerka dalam 4 shif. Dari sejumlah pekerja yang ada, terdapat warga negara Indonesia yang sudah lama tinggal di  Arab Saudi terutama di Makkah dan Madinah,  karennya bisa bekerja di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Namun yang lebih menarik lagi dari pekerja kebersihan ini, mereka tidak semuanya menggunakan alat modern tetapi ada saja yang menggunakan sapu lantai biasa yang terbuat dari kayu dan ijuk. Sepintas melihat alat yang digunakan pekerja di Masjidil Haram, pikiran saya kalau sapu yang digunakan dari Indonesia atau dari negara Asia Tenggara karena pohon etau banyak.

                Perkiraan saya ternyata salah, sapu ijuk yang digunakan bukan dari negara Asia Tenggara tetapi  dari Jerman. Melihat sapu yang digunakan petugas kebersihan, timbul pertanyaan kenapa alat yang di Indonesia banyak  kok tidak bisa menembus pasar Arab Saudi atau Makkah, sementara bahan bakunya melimpah.

Seorang petugas kebersihan Masjidil Haram asal Madura, menyebutkan mereka selama bekerja sebagai pembersih mendapat alat kerja dari perusahaan. Wanita yang mengaku bernama Halimah (37) dan sudah 10 tahun tinggal di Makkah, mengakui sapu yang ia gunakan sama dengan sapu yang ada di Indonesia. “Memang ketahanannya diakui, sementara yang ada di Indonesia cepat rontok,” aku Halimah yang sudah 3 tahun bekerja di Masjidil Haram.

Selain sapu lantai, pengelola kebersihan rumah suci ummat Islam ini juga menyediakan alat kebersihan lainnya seperti pel yang terbuat dari karet dan kayu, yang bila dilihat banyak dijual di Indonesia. (syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakLuncurkan Eraterang, Dukungan Pemkab Diharapkan
Artikulli tjetërKUA dan PPAS Kutim Tahun 2020 Ditargetkan Rp2,8 T