Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (58)

Catatan Perjalanan Haji (58)

727
0
Aparat keamanan Arab Saudi yang bertugas juga ramah-ramah, mereka kerap mau melayani jamaah yang ingin foto bersama sepanjang lagi lengang daerah tugas mereka.

Jelang Wukuf, Pengamanan Semakin Ketat Sekitar Masjidil Haram

SEBAGAI tuan rumah bagi 3 juta jamaah haji se dunia, Pemerintah Arab Saudi terus memberikan pelayanan lebih baik, terutama dari segi keamanan dan kenyamanan. Karenanya penegakan aturan ketat dan tegas dilakukan kepada siapa saja, namun disela-sela kesibukan menjaga keamanan jamaah haji para aparat keamaan Arab Saudi ini juga kerap bersenda gurau dengan jamaah.

            Jumlah aparat keamanan yang dikerahkan kian meningkat menjelang wukuf, terutama di  Masjidil Haram Makkah seiring bertambahnya kedatangan jamaah haji dari berbagi dunia. Tak heran, petugas yang menjaga tempat paling suci bagi ummat Islam ini mendapat penjagaan ketat, namun tak ada petugas yang berjaga membawa senjata api sementara jamaah yang ada sudah mencapai jutaan orang.

            Untuk mengatur jamaah yang melaksanakan shalat di Masjidil Haram, petugas yang tampaknya dari tentara dari berbagai kesatuan di Arab Saudi ini, dengan bijak mengatur shaf wanita dan pria meski harus berulang kali teriak untuk membangunkan jamaah yang berada di jalur pejalan kaki.

            Cuaca panas yang mencapai 40 derajat celcius, tak membuat animo jamaah haji untuk melaksanakan shalat di Dzuhur dan Asyar di Masjidil Haram. Beberapa jam sebelum waktu shalat, pelantaran Masjidil Haram yang warna putih sudah terlapisi sajadah jamaah bahkan ada beberapa jamaah yang tidak menggunakan sajadah.

            Jamaah haji yang datang menggunakan fasilitas mewah bahkan menginap di kawasan Masjidil Haram, jika terlambat datang mau tidak mau harus shalat di pelantaran Masjidil Haram. “Kalau mau bisa masuk dalam Masjidil Haram yang ada kipas angin atau berAC seperti di jalur sa’i datang 2 jam sebelumnya, itupun belum menjamin dengan situasi menjelang puncak haji,” kata Eko – petugas haji Indonesia.(syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakHujan Lebat, 2 Desa di Sandaraan Kebanjiran
Artikulli tjetërJelang Masuk Sekolah, Pangkas Rambut Panen