Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (61)

Catatan Perjalanan Haji (61)

592
0
Aktifitas tim kesehatan yang terus memantau dan membantu jamaah yang sakit meski masih dalam penerbangan Balikpapan - Jeddah.

Jamaah Wajib Jaga Kesehatan, Agar Ibadah Lancar

KONDISI udara Kota Makkah yang panas dan semakin  padat menjelang Wukuf, ditambah  jarak pemondokan dengan Masjidil Haram, jauh, kemudian aktifitas selalu  jalan kaki, sehingga petugas berkali-kali mengingatkan jamaah haji Indonesia tidak banyak beraktifitas di luar pemondokan termasuk melakukan umrah sunah banyak-banyak sebelum Wukuf, karena akan mengurang energi dan mental jamaah.

Karena kondisi kesehatan yang menurun, seorang jamaah mau tidak mau mendapat infusan meski masih perut pesawat

Sebagai Ketua Kloter 4 Balikpapan, Dr Rusdian Noor tak henti-hentinya mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan sebelum Wukuf,

                Bersama Tim Kesehatan yakni Dr Ratih, Elly, Edy serta  HM Amir sebagai TPIH, jamaah dicek kondisi kesehatannya satu persatu terutama mereka yang sudah diketahui punya catatan sakit atau tergolong resiko tinggi (Risti).

Dari penelusuran tim kesehatan dan kloter, ditemukan   jamaah sakit, tapi tidak serius karena penyebabnya  kelelahan. Menurut Dr Ratih, umumnya jamaah mengalami kelelahan, karena harus menguras tenaga saat akan beribah di Masjidil Haram.

Sebagai jamaah yang berada di luar ring satu, tentu mau tidak mau harus memanfaatkan bus shalawat yang disediakan. Proses menuju terminal transit tidak sulit, namun saat menaiki bus ke Masjidil Haram mau tidak mau harus berebutan karena banyaknya jamaah yang harus dibawa. Lebih parah lagi saat pulang, karena jamaah diimbau jika pulang sebaiknya menghindari jam-jam padat dengan cara menunda kepulangan sekitar jam.

Selain itu, pada hari Jumat, jamaah perempuan diimbau tidak ke Masjidil Haram karena kepadatan di Masjidil Haram dan bus yang melayani. Menurut sejumlah jamaah, meski tersedia bus shalawat yang siap mengantar jamaah ke Masjidil Haram, karena  jamaah yang datang semakin banyak membuat bus cepat penuh. “Terlebih dari Masjidil Haram ke Jamaraat, luar biasa harus berebutan karena semua negara bersatu sebelum ganti bus sesuai rute masing-masing,” kata Anwar – Jamaah Haji asal Sangatta Utara.

Imbauan Kepada Jamaah Haji

                Meski  harus bercibaku bisa masuk bus, namun semua tetap damai dan aman karena semua jamaah mengerti kondisi serta memahami apa yang terjadi. “Inilah nikmatnya berhaji, meski lain suku bangsa, semua  menjadi satu dan saling mengasihi,” ungkap Anwar yang baru kalipertama ke Tanah Suci Makkah.

                Jarak antara terminal dengan Masjidil Haram, diakui Edui – TKHI Kloter 4 Balikppan, menguras tenaga. Tim kesehatan,  selalu mengingatkan jamaah tidak lupa membawa payung terlebih di  waktu  Dzuhur dan Asar karena cuaca panasnya. “Usahakan banyak  minum dan jangan yang es, pilihlah air Zam-Zam yang tidak bercampur dengan es,” pesan Edi seraya mengingkatkan selalu memakai masker.(syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakSD 12 Sangatta Utara Kebagian 11 Siswa Baru
Artikulli tjetërPemkab Siap Sampaikan Realisasi Triwulan Pertama Tahun 2019