Beranda ekonomi Catatan Perjalanan Haji (65)

Catatan Perjalanan Haji (65)

993
0
Galon-galon air Zam-Zam yang ada disekitar dan dalam Masjidil Haram

Cegah Batuk Dengan Tidak Makan Buah-Buahan Sebelum Dicuci Bersih

BATUK tampaknya identik dengan haji, pasalnya tak sedikit jamaah haji yang pulang ke tanah air menderita batuk berkepanjangan. Tak heran ada istilah di Arab Saudi yang panas hanya tiang listrik dan Unta yang tak batuk.

            Selain bantuk, penyakit yang kerap diderita jamaah yakni flu dan demam. Ketiga penyakit itu tentu penyebabnya hampir sama yakni udara ditambah menjaga kebersihan. Bagi jamaah yang suka makan buah-buahan seperti apel dan anggur, wajib tidak memakan sebelum dicuci bersih-bersih terlebih setelah beli langsung dimakan meski baru dikeluarkan dari lemari pendingin.

Tempat minum banyak tersedia di sekitar Masjidil Haram semuanya air Zam-Zam

           Pasalnya buah-buah segar yang ada dijual di sejumlah toko, umumnya belum dicuci sehingga bahan kimia yang berwarna putih masih lengket. Pemilik toko, umumnya cepat-cepat menyimpan buah-buahnya ke dalam lemari pendingin agar tetap segar, sementara pembeli tak sabar untuk menikmati.

            Karenanya, banyak jamaah yang terserang batuk meski sudah meminum sejumlah obat. Hal lain yang membuat jamaah bisa terkena batuk yakni meminum air dingin termasuk air Zam-Zam.

            Tidak heran selain batuk, jamaah kerap terserang flu ini tiada lain karena minum air Zam-Zam yang sudah bercampur dengan es. Padahal disetiap tumpukan galon air Zam-Zam atau kran air Zam-Zam yang ada, terdapat galon yang tidak bercampur es.

            Galon-galon bertuliskan No Cold ini terdapat dibagian tengah, demikian dengan kran-kran air minum yang ada kecuali di Jalan Arafah – Musdalifah – Mina dan Makkah. Air Zam-Zam yang tak bercampur es ini memang rasanya beda dengan yang sudah tercampur, tak heran banyak jamaah yang antri mengambil air Zam-Zam tanpa es ini baik untuk diminum saat itu maupun sebagai bekal pulang ke pemondokan.

Jerigen mini yang bisa digunakan untuk diisi air Zam-Zam, jika kosong bisa dilipat dan dibawa masuk Masjidil Haram kemudian pulang diisi.

            Namun jika ingin mendapatkan air Zam-Zam lebih banyak lagi terutama untuk di bawa ke pemondokan, jamaah diberi tempat khusus yakni samping rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dilokasi ini, jamaah bisa menggunakan jerigen besar karena memang tidak dibatasi pengambilannya.

            Umumnya jamaah mengambil menggunakan jerigen yang transparan dan bisa dilipat, sehingga saat masuk Masjidil Haram tidak dilarang, berbeda jika membawa jerigen biasa pasti dilarang.

Jerigen buatan Cina ini, banyak dijual di toko-toko harganya bervariasi ada 3 Riyal, 5 dan 10 Riyal semua tergantung daya isinya. Hitung – hitung lumayan penganti air botol untuk minum dan nyeduh kopi atau mie instan. (syafranuddin/bersambung)

Artikulli paraprakPukul 09.30 Wita Jamaah Haji Tiba di Asrama Haji Batakan
Artikulli tjetër455 Jamah Haji Kloter 5 Diserahterimakan ke PPHI Embarkasi Balikpapan