Beranda kutim Catatan Perjalanan Haji (8)

Catatan Perjalanan Haji (8)

729
0
Kondisi jamaah yang tak bisa masuk ke dalam Masjidil Haram terpaksa soal di luar atau di jalanan.

Terpisah Teman, Jadikan WC Titik Temu

JALAN-JALAN sekitar Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, serta Mina ada saja jamaah haji yang tersesat, mereka tidak saja jamaah haji Indonesia tapi sejumlah negara lain yang umumnya pemondokannya jauh dari masjid.

Mereka yang tersesat, umumnya tak mengenal daerah pemondokannya  termasuk nama hotel, mereka selama ini jika ke masjid selalu bersama rombongan atau teman satu kamar. Ini bisa terjadi ketika jumlah jamaah haji semakin bertambah, sehingga kepadatan di Masjidil Haram semakin terasa dan akibatnya pengalihan jamaah untuk shalat dilakukan petugas yang membuat sebagian  besar terpisah dari rombongan.

Gelang haji merupakan gelang mahal dan langka, karenanya jangan dibuka-buka selama di tanah suci.

Untuk memudahkan jamaah jika tersesat  hendaknya melakukan beberapa hal yakni  terbiasa menggunakan HP yang lengkap fiturnya seperti kamera dan whattshap. Karena dengan HP yang cangih ini, jamaah bisa memfoto hotelnya dan nama hotelnya, kemudian bisa memberitahu teman akan posisinya menunggu dengan memperlihatkan gambar.

Jangan mudah percaya dengan orang yang belum dikenal kecuali dengan sesama  jamaah haji  yang dapat dilihat sepintas akan gelang haji yang dipakai serta diyakni benar-benar satu kloter atau daerah.

 Namun, hal terbaik jika terpisah dengan rombongan tempat terbaik untuk menunggu dijemput yakni sekitar kamar kecil atau tempat penitipan barang karena dari jarak jauh nomornya terlihat jelas dan lebih bagus pada jalur yang biasa di lewati rombongan satu kloter.

Jamaah haji sebaiknya jika sudah meras tersesat dan bingung untuk pulang, segera mengirim pesan lewat whatshap sehingga semua jamaah lainnya bisa mengetahui. Terpenting, tidak bergeser dari lokasi tempat melapor. Kalaupun harus membeli makanan atau minum serta berlindung dari panas, hendaknya memberi tahu kembali sehingga petugas kloter bisa dengan mudah mencari, terlebih-lebih bisa memberitahu warna pakaian yang dipakai.

Hal terpenting jika antara hotel dengan masjid tidak disediakan bus, dan  hanya jalan kaki sebaiknya pada titik tertentu seperti simpangan agar diberi tanda apakah berupa  stiker atau coretan spidol namun jangan besar, cukup untuk diketahui sendiri.

Dengan memasang tanda ini, Insya Allah, jamaah akan mudah pergi atau kembali ke hotel terlebih-lebih tahun ini hotel jamaah disatukan berdasarkan Kloter asal  embarkasi, tidak dicampur dengan embarkasi lainnya.(bersambung)

Artikulli paraprakTingkatkan Ketersediaan Minyak Mentah, Pertamina Bor 4 Sumur Baru
Artikulli tjetërHingga Bulan Mei, PAD Kutim Baru Mencapai Rp55,3 M