Beranda ekonomi Cerita Ibu – Ibu Dusun Topo Indah Sangsel, Lampu Kerap Mati ...

Cerita Ibu – Ibu Dusun Topo Indah Sangsel, Lampu Kerap Mati Anak Bertambah

1320
0
Kaum wanita di Dusun Topo Indah Desa Sangatta Selatan bercerita soal listrik dan dampaknya kepada keluarga mereka.

LISTRIK bagi masyarakat modern menjadi kebutuhan vital. Sebab, dengan listrik, sebagian masalah bisa selesai misalnya penerangan, sudah pasti butuh listrik, termasuk untuk kebutuhan lainnya seperti pendingin udara, mencuci dan berbagai peruntukan lainnya.
Tak salah, warga Sangatta Selatan, mengaku bukan lagi sujud syukur kalau listrik PLN masuk di kampung mereka tapi bisa mereka jungkir balik. Seperti diungkapkan Yuyun (25) – warga Dusun Topo Indah, Sangatta Selatan. “Kalau listrik masuk saya bukan hanya sujud syukur, tapi saya jungkir balik kegirangan,” katanya.
Perempuan dari anak 2 ini mengakui, dia lahir di Dusun Topo Indah yang merupakan ladang minyak PT Pertamina RP Sangatta, namun tidak pernah menikmati litrik 24 jam. Ia dan warga lainnya , hanya menikmati listrik sumbangan Pertamina dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.
Kepada sejumlah wartawan yang melakukan kunjungan jurnalistik, Kamis (20/10), disebutkan kalau digunakan lebih, bisa jegklek urusannya bisa panjang, mati sampai pagi. Karenanya, kalau listrik PLN masuk kami warga Topo Indah ini sangat senang. “Mulai jadi anak sampai punya anak, kami ini belum menikmati listrik secara utuh akibatnya ya ini hamil lagi,” ungkap Yuyun.
Seraya bercanda, wanita asli Kutai ini dan mengaku mengandung anak ke 3 akibat lampu kerap mati, karena sore-sore sudah gelap. “Karena gelap terus, jadinya malam kerjanya bikin anak,” ungkap Yuyun sambil tertawa.
Hal senada diungkapkan Sriana – RT I Topo Indah, kepada wartawan ia mengakui puluhan tahun sidah tinggal di kawasan yang berada di perbukitan dan kerap melihat gemerlapnya lampu Kota Sangatta. “Tiap tahun mengajukan sambungan listrik PLN, namun tidak pernah ada realisasi. Alasan PLN selama ini karena lokasi mereka itu masuk Taman Nasional Kutai (TNK). Karena itu, kalau memang listrik sekarang bisa masuk itu sangat, kami pasti senang, karena tidak kegelapan lagi. Listrik untuk kebutuhan rumah tangga seperti mencuci, pendingin, pasti bisa terpenuhi 24 jam,” kata Sriana yang dibenarkan warga Topo Indah lainnya.

Program Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Kutim diketahui Suara Kutim.com merupakan rogram Jokowi – JK yang tertuang dalam Perpres No 3 Tahun 2013 dan Perpres No 4 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan kelistrikan 35.000 MW.
Untuk merealisasikan program tersebut kini sedang dilakukan pengerjaan Proyek SUTT 150 KV Bontang – Sangatta dengan transmisi 60 M untuk mengatasi defisit listrik di Kutim. Proyek SUTT tersebut menjadi penghubung akses dengan Sistem Kelistrikan Kalimantan Timur (Sistem Mahakam,red) karena kapasitas yang akan disalurkan sebesar 60 MVA dengan target penyelesaian hingga tahun 2017.
PLN mengharapkan dukungan penuh masyarakat khusus untuk mendukung penuh pembangunan tower SUTT dibeberapa titik terutam di Teluk Pandan Sangatta Selatan, apabila proyek SUTT lancar sesuai target diyakini kelangkaan listrik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya di Sangatta. (SK2/SK3/SK14)

Artikulli paraprak1000 Persen Warga Sangkima Mendukung PLN, Sudah Puluhan Tahun Menanti
Artikulli tjetërLetkol Laut (P) Donny Suharto dan Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta, Tukar Tempat