Beranda kutim CJH Kutim : 1 Orang Wafat, 2 Menunda Pemberangkatan dan 1 Orang...

CJH Kutim : 1 Orang Wafat, 2 Menunda Pemberangkatan dan 1 Orang Tidak Bisa Dihubungi

640
0

SANGATTA (5/5-2018)
Calon Jamaah haji (CJH) asal Kutai Timur (Kutim) yang sudah melunasi BPIH sebanyak 174 orang dari 178 quota. Kepala Kantor Kementrian Agama Kutim Ambotang, Sabtu (5/5) menerangkan, hingga batas akhir pelunasan pukul Jumat (4/5) ada 4 CJH yang belum melunasi BPIH yakni 1 orang wafat, 2 orang sakit sehingga menunda ke tahun 2019 dan 1 orang tidak diketahui alamatnya.
Sesuai ketentuan, terang Ambotang, CJH yang tidak melakukan pelunasan tidak bisa melakukan pelunasan di tahap kedua yang dimulai Rabu (16/5) hingga Jumat (25/5). Bersama Kasi Haji dan Umrah, Sofiansyah serta Irpan – Operator Siskohat Kemenag Kutim, dijelaskan tahap kedua pelunasan BPIH diperuntukan bagi jemaah gagal sistem, sudah haji, penggabungan mahram, dan lansia yang memenuhi syarat.
Menurut Sofyan yang dimaksud gagal sisym yakni CJH tahap petama saat melakukan pelunasan mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH seperti gangguan jaringan internet. Sedangkan kriteria berstatus pernah berhaji yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, sedangkan kriteria penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap pertama. “Sedangkan kriteria sudah lanjut usia minimal 75 tahun yang dapat disertai dengan satu orang pendamping, selain itu dialokasikan cadangan 5 persen bagi CJH tahun 2019,” beber Sofyansyah.
Terkait TPHD Kutim, dijelaskan akan melakukan pembayaran BPIH bersamaan dengan pelunasan tahap dua. “Alhamdulillah, CJH Kutim paling sedikit dari daerah lainnya yang belum melunasi BPIH tahun 2018,” ujar Irpan saat mengecek data Siskohat.
Calon Jamaah Haji asal Kutai Timur (Kutim) yang belum melakukan pelunasan BPIH Tahun 2018, hingga Jumat pagi sebanyak 4 orang dari 178 orang. Jumlah tersebut terkecil di bandingkan dengan daerah lain.
Kaltim pada tahun 2018 mendapat quota haji sebanyak 2.577 orang yakni Balikpapan sebanyak 530 orang, Samarinda (576), Kutai Kartanegara (533), Tanah Paser (247), Berau (149), Kutai Barat (92), Kutai Timur (178), Bontang (144) dan PPU sebanyak 128 orang.(SK12)

Artikulli paraprakSatu Tersangka Punya ATM Bank Al-Rajhi Arab Saudi
Artikulli tjetërRPH Sangatta Kembali Beroperasi, Mulai Hasilkan PAD Setiap Malam