Beranda hukum Dalam Semalam Terjadi 3 Kasus Pembobolan Rumah dan Kantor, Pegawai Bagian Keuangan...

Dalam Semalam Terjadi 3 Kasus Pembobolan Rumah dan Kantor, Pegawai Bagian Keuangan Kehilangan Rp500 Juta

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (14/12)
Warga Sangatta wajib waspada, pasalnya maling yang beroperasi terbilang profesional dan nekad. Polres Kutim, mencatat selama semalam terjadi tiga kali kasus pencurian dengan kerugian mencapai Rp550 Juta lebih.
Aksi pembongkaran dengan mengasak uang terjadi kediaman Sundoro – Pegawai Bagian Keuangan Setkab Kutim, kemudian Kantor Smart Finance serta Grapari Telkomsel Sangatta. Keterangan yang dihimpun wartawan teramsuk Suara Kutim.com, di kediaman Sundoro yang terletak di Gang Damai Jalan Yos Sudarso, kawanan maling berhasil menggasak Rp500 juta, sementara di Kantor Smart Finace di jalan Yos Sudarso 1 Sangatta digasak Rp50 juta sedangkan di Grapara Telkomsel sebesar Rp1,6 juta.
Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko, Senin (14/12) menerankan kasus pembobolan kediaman Sundoro diketahui Senin (14/12) pukul 07.30 wita oleh Heni – asisten rumah tangga. “Maling beraksi dengan cara membobol jendela serta almari tempat uang disimpan, saat itu korban sedang ke luar kota,” terang kapolres.
Sementara di kantor Smart Finences Jalan Yos Sudarso 1 Sangatta Utara , tamu tak diundang ini berhasil membonkar sebuah brangkas berisi dan uang sebanyak Rp 50 juta, aksi pencurian yang baru diketahui Senin (14/12) pukul 08.00 Wita ini gagal membobol brangkas lainnya karena isinya hanya dokumen diantaranya BPKB.
Sedangkan di Grapari Telkomsel Sangatta Jalan APT Pranoto Sangatta Utara, maling berjasil mencongkel roling door dan menyeret brangkas ke luar kantor. Meski demikian, kawanan maling ini gagal membobol brangkas tempat uang sebesar Rp20 juta tersimpan, namun aksi pencurian yang diketahui pukul 07.30 Wita berhasil membawa kabur uang tabungan karyawan.
Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, Senin (14/12) aksi yang sepertinya memanfaatkan situasi Pilkada ini sedang diselidiki. Ia mengaku belum bisa menyebutkan, tiga kasus yang terjadi dilakukan kelompok yang sama. “Analisa sementara pelakukanya lebih dua orang, pasalnya mereka bisa menggeser brangkas yang beratnya dua ratus kilogram,” ungkap kapolres.(SK-02/SK-03/SK-13)