Beranda kutim Dana RLH Dijamin Tidak Bocor

Dana RLH Dijamin Tidak Bocor

1017
0
Panglima TNI Jend  TNI Moeldoko diperesmian  RLH Kutim

SANGATTA,Suara Kutim.com
Bupati Isran Noor menjamin tidak  terjadi kebocoran dana pembangunan 1.115 unit rumah layak huni (RLH) yang ia gagas dan mendapat dukungan sejumlah perusahaan yang biayanya  puluhan miliaran rupiah.
Kepada Suara Kutim.com di Jakarta, Isran dengan tegas menyebutkan penggunaan  dana RLH diawasi ketat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak akan terjadi kebocoran atau penyelewengan dari dana untuk pembangunan rumah layak huni yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, karena aturannya sangat jelas dan ketat,” sebut Isran.
Dijelaskan proses pembangunan RLH di Kutim dikelola melalui  timnya yang sudah diatur didalam Keputusan Bupati dan serta Perbup  tentang pedoman pelaksanaan pembangunan/perbaikan rumah layak huni bagi masyarakat miskin.
Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Erlyan Noor  menjamin tidak ada kebocoran dana RLH. “Insya Allah tidak bocor karena mekanismenya sudah diatur sedemikian rupa,” kata Erlyan Noor.
Meski demikian, ujar Erlyan,  niat untuk mencuri dana RLH meski digembokpun masih bisa dicuri tapi kalau niatnya baik tidak akan terjadi. “Tapi percayalah bahwa penggunaan dana yang bersumber dari CSR perusahaan dan APBD itu akan aman dari korupsi,” jelasnya ketika ditanya wartawan progres report pelaksaan RLH.
Ia menjamin tidak bocor karena program pembangunan rumah untuk warga miskin diawasi oleh tim yang dibentuk melalui SK Bupati Kutim No  142.2/K.727/2013 tentang pembentukan tim koordinasi Pembangunan/Perbaikan RLH Kabupaten Kutim 2013. “Tugas tim yakni merumuskan kebijakan, menyusun rencana, pendataan, pengawasan, pengendalian,monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap pembangunan rumah layak huni termasuk  pelaporan penggunaan anggaran,” sebutnya.
Bahkan Eryan  bangga menyebutkan, tim yang dibentuk tidak  sembarangan karena melibatkan pejabat penting karena  ketua pembina yakni bupati dan wakil bupati sebagai wakil ketua tim serta anggotanya terdiri  Dandim 0909/SGT, Kapolres, Kajari dan dan Lanal, serta termasuk Sekda hingga para asisten dan pejabat kepala SKPD.
Pembangunan RLH, tambah Erly diatur didalam Perbup No  21 tahun 2013 tentang pedoman pelaksaan pembangunan perbaikan rumah layak huni. “Melalui peraturan bupati ini penggunaan dana sangat terkontrol jadi tidak celah siapapun bisa melakukan korupsi,” beber Erly.
Program RLH Kutim mendapat perhatian Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko, ketika bertandang ke Kutim, tahun lalu, Panglima TNI Moeldoko sempat meresmikan pembangunan RLH di Sangatta Utara.(SK-03)
Artikulli paraprakCaleg PAN, Mulai Diadili di PN Sangatta
Artikulli tjetërKutim Kembangkan Pulau Menjadi Obyek Wisata