Beranda KABAR KALTIM Diduga Alami Gizi Buruk, Nur 3 Tahun Terkapar Tak Berdaya

Diduga Alami Gizi Buruk, Nur 3 Tahun Terkapar Tak Berdaya

573
0
Serda Suwarno saat membesuk Nur yang dirawat di RSU PPU.

SAMARINDA (16/7-2020)

                Setegar-tegarnya prajurit TNI-AD, tetap terharu juga  jika melihat ada warga masyarakat  yang dalam keadaan kesusahan. Ini yang terjadi pada  Serda Suwarno – anggota Koramil Babulu Kodim PPU, ketika menjenguk Nur Afifah – warga Dusun V  Beringin Setia Desa Babulu Laut Kecamatan Babulu yang  sudah terkapar selama 3 tahun karena sakit.

Kondisi Nur Afifah Zakiyah yang menderita sakit selama 3 tahun.

                “Sungguh sedih hati saya, ketika melihat keadaan ananda Nur Afifah yang belum lama ini dibawa ke RSU Nipah-Nipah PPU. Dengan lemah dan kurus, ia terus berjuang melawan sakitnya yang sudah terjadi tiga tahun,” beber  Babinsa  Desa Babulu Laut .

                Dalam penuturannya ke Penrem 091 ASN, disebutkan  Nur Afifah Zakiyah  anak dari pasangan Samino dan Desi Ratnasari. Samino, kesehariannya  buruh serabutan sementara istrinya tidak ada pekerjaan kecuali menjaga Nur. “Selama ini,Samino dan keluarganya tinggal dirumah Agus yang tinggal di Desa Rintik,” beber Serda Suwarno.

                Datang bersama istri, Serda Suwarno memberi motivasi kepada Sumino dan istri untuk terus berjuang melawan penyakit Nur yang saat ini masih dalam diaknosa dokter. Pengakuan Sumino, anaknya pada usia 1,5 tahun  awalnya mengalami demam kemudian step sehingga dibawa ke Puskesmas.

                Karena keterbatasan biaya serta tidak punya BPJS Kesehatan, Sumino tampak pasrah dengan keadaan Nur. Beruntungnya, kondisi Nur ini diketahui aparat Pemdes sehingga bersama camat serta Puskesmas Babulu, Nur dibawa ke RSU PPU.

                Mengutip keterangan Direktur RSU PPU, dr J Garce, diketahui Nur diduga mengalami Gizi buruk atau Marasmus. Ini sesuai dengan kondisi keluarga Sumino yang hanya menjadi buruh lepas dengan penghasilan rendah.

                Dalam percakapannya dengan Serda Suwarno, sang ibu mengaku anaknya tidak mendapat makanan yang layak karena penghasilan mereka yang terbatas. “Bapaknya kerjanya serabutan, malah sekaran nggak ada kerjaan sehingga kami kerap nggak makan, syukur-syukur bisa menempati rumah Pak Agus untuk berteduh,” cerita Desi.

                Ketika menerima kedatangan Serda Suwarno dan istri, ibu Nur tampak terharu karena mendapat simpati dari anggota TNI-AD. Terlebih, kondisi Nur secara perlahan mulai membaik setelah dirawat di RSU PPU. “Sungguh, kami sekeluarga tidak mengira ada perhatian besar dari pemerintah dan anggota TNI. Jujur saja, selama ini kami pasrah saja dengan keadaan ini. Semoga saja, apa yang diderita keluarga kami tidak terjadi pada keluarga lain,” beber Desi yang baru mengetahui jika kondisi anaknya sempat menghiasi media sosial di PPU.

                Serda Suwarno mengaku kehadirannya di PPU untuk melihat kondisi Nur, salah satu tugas yang diberikan komandannya untuk melakukan monitor keadaan warga dan segera membantu jika memerlukan bantuan. (SK8)

Artikulli paraprakHaru Saat Dandim Silahturahmi ke Warakawuri dan LVRI Kutim
Artikulli tjetërCamat Ridwan : Diknas Kutim Tidak Usulkan Perbaikan SD 01 Kaliorang