Beranda kutim adv pemkab Dinkes Kutim Serahkan Bantuan 13 Relawan Tenaga Medis, Bantu Instalasi Khusus COVID-19...

Dinkes Kutim Serahkan Bantuan 13 Relawan Tenaga Medis, Bantu Instalasi Khusus COVID-19 RSUD Kudungga Kutim

334
0

Sangatta (30/3-2020)

Tim Relawan Medis COVID-19 Kutim

Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim), Sabtu (28/3/2020), menyerahkan 13 orang relawan yang merupakan tenaga medis atau perawat, yang akan membantu proses penangana pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan) COVID-19 dengan diagnosa rawat inap di RSUD Kudungga Kutai Timur. Ketiga belas tenaga relawan medis ini diserahkan langsung Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr. Bahrani Hasanal dan diterima langsung Direktur RSUD Kudungga Kutim, dr Anik Istiyandari.

Kadinkes Kutim, Bahrani menuturkan jika penyerahan relawan tenaga medis ini merupakan antisipasi jika terjadi lonjakan pasien rawat inap dengan diagnosa ODP maupun PDP COVID-19 di RSUD Kudungga.

“Kami sudah serahkan bantuan 13 orang relawan tenaga medis yang terdiri dari perawat untuk membantu jika terjadi lonjakan pasien ODP maupun PDP dengan indikasi COVID-19 di RSUD Kudungga yang harus dilakukan rawat inap,” ujarnya.

Lanjut Bahrani, saat ini ada empat Rumah Sakit di Sangatta yang masing-masing mengirimkan dua orang tenaga medisnya sebagai relawan penanganan COVID-19. Yakni RS PKT Prima Sangatta, RS Medika, RS Meloy dan RS Cahaya. Sementara RS Assyifa Sangatta belum mengirimkan bantuan tenaga perawatnya, namun diharapkan bisa segera menyusul. Sedangkan dari Dinkes Kutim juga mengirimkan 5 orang staff tenaga perawatnya.

Proses Penyerahan Tim Relawan COVID-19
oleh Dinkes Kutim kepada RSUD Kudungga

“Tenaga relawan ini memang kami (Dinkes Kutim, red) minta bantuannya kepada masing-masing rumah sakit swasta di Sangatta. Sebenarnya kami jika membuka relawan, banyak yang ingin mendaftar. Namun kami utamakan yang selama ini sudah melaksanakan praktek penanganan pasien di rumah sakit masing-masing. Jadi sudah terbiasa pasang jarum inpus, memeriksa pasien dan tindakan medis lainnya,” jelas Bahrani.

Meski merupakan tenaga medis terampil, namun tenaga relawan ini tetap akan menjalani masa orientasi dan pembekalan teknis dari pihak RSUD Kudungga, sebelum nantinya mereka diterjunkan di instalasi rawat khsusus COVID-19 RSUD Kudungga.

“Para relawan medis ini tetap akan mendapatkan pembekalan teknis dan orientasi dari RSUD Kudungga, meskipun sehari-hari mereka sudah terbiasa menangani pasien di rumah sakit masing-masing. Sebab nantinya mereka akan diterjunkan di instalasi khusus penanganan pasien COVID-19 di RSUD Kudungga,” beber Bahrani.

Terkait fasilitas yang didapatkan tim relawan ini, Bahrani menyebutkan jika para relawan ini akan mendapatkan uang insentif sebesar Rp 250.000/hari dan diinapkan di salah satu gedung penginapan milik Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim di Jalan Graha Expo Sangatta Utara, yang kerap digunakan sebagai tempat Diklat ASN (Aparatur Sipil Negara). Disana, para relawan menempati masing-masing kamar yang beisikan dua tempat tidur, layaknya fasilitas kamar hotel, lengkap dengan konsumsi dan kendaraan yang akan mengantar dan menjemput tenaga relawan ke RSUD Kudungga.

“Mereka (tenaga relawan, red) akan mendapatkan insentif Rp 250.000/hari dari Pemkab Kutim. Mereka juga diinapkan di gedung Diklat milik BKPP Kutim, selama melakukan penanganan pasien COVID-19. Konsumsi 3 kali perhari juga disiapkan dan kendaraan berupa bus untuk antar jemput relawan juga sudah disiapkan Pemkab Kutim,” ujarnya.

Ditambahkan Bahrani, bantuan relawan yang diberikan ini merupakan tahap pertama bantuan yang diberikan Dinkes Kutim. Jika terjadi lonjakan pasien diluar dugaan, maka pihaknya akan kembali membuka pendaftaran relawan medis terlatih. Sedangkan jika lonjakan pasien OPD dan PDP COVID-19 juga mengalami lonjakan, maka pasien-pasien dengan kategori diagnosa sedang namun harus menjalani rawat inap, juga akan ditempatka di tiga gedung penginapan milik BKPP Kutim.

“Jangan sampai terjadi lonjakan lah pasien COVID-19. Namun jika terjadi lonjakan, terpaksa kami buka kembali pendaftaran relawan tahap dua. Sedangkan jika pasien mengalami lonjakan dan ruang inap isolasi di RSUD Kudungga tidak mencukupi, maka akan kami lakukan rawai inap di 3 gedung Diklat milik BKPP Kutim. Satu gedung khusus penginapan tenaga perawat dan tiga gedung lainnya untuk rawat inap pasien ODP dan PDP indikasi diagnosa COVID-19,” jelas Bahrani.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakPesan Bilik Disinfektan Portabel, Dinkes Kutim Sterilkan Jalur Keluar-Masuk Instalasi Khusus COVID-19 RSUD Kudungga
Artikulli tjetërPemkab Kutim Siapkan 4 Gedung Inap BKPP Kutim Sebagai Ruang Recovery Tim Medis dan Isolasi Pasien Diagnosa COVID-19