Beranda hukum Dishut Pesimis Pemetaan Wilayah Enclave Mencapai Target

Dishut Pesimis Pemetaan Wilayah Enclave Mencapai Target

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (23/11)
Target inventaris dan pemasangan tapal batas sementara wilayah enclave TNK oleh Pemkab Kutim, meski telah mendapatkan dana ternyata percepatan dilapangan tidak sebanding sehingga berpeluang dilanjutkan tahun depan. “Kendalanya diwaktu, meski dana tersedia ternyata waktu yang diprogramkan tidak mencukupi,” terang Kepala Dinas Kehutanan Kutai Timur Idham Edwin, Senin (23/11).
Bersama Kepala Bidang Inventraisasi dan Tata Guna Hutan Samsidiharto, dijelaskan saat ini proses deliniasi meliputi inventarisasi dan penetapan tapal batas sementara terus berlangsung dilakukan. “Kami pesimis bisa tercapai target, karena waktu kerja yang disediakan dalam anggaran perubahan tahun ini tidak mencukupi,” aku Samsidiharto.
Menurut Idhan Edwin, dana yang dialokasikan pada APBD Perubahan 2015 sebesar Rp1,2 M namun baru bisa diterima bulan November, sementara target kegiatan lapangan hanya 20 hari kerja dengan melibatkan banyak pihak diantaranya BPKH dan TNK sendiri.
Samsidiharto sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengakui dari segi pertanggungjawaban anggaran dinilai tidak masuk logika kerja karena waktu yang terlalu singkat. Ia mengakui, kendala yang dihadapi ada desa yang belum mau menerima hasil inventarisasi tim dengan meminta sebagian lahan mereka dimasukkan dalam hasil deliniasi dan pemetaan. “Dengan kondisi lapangan itu dipastikan pemetaan dan penetapan tapal batas ini masih harus melewati waktu yang cukup panjang,” tandas Edwin.
Pemkab Kutim sendiri berharap pemetaan dan penetapan tapal batas dalam wilayah TNK ini bisa rampung karena sejumlah paket proyek untuk kepentingan masyarakat telah dianggarkan pada tahun 2016 bahkan beberapa paket kecil dialokasikan pada APBD Perubahan 2015.(SK-03/SK-12)