Beranda ekonomi Diterpa Isu Bakteri, Pedagang Cakar Tetap Eksis

Diterpa Isu Bakteri, Pedagang Cakar Tetap Eksis

2376
0
Salah satu pedagang pakaian bekas di Sangatta. Meski diterpa isu pada pakaian bekas ada bakteri ternyata daya beli masyarakat terhadap pakaian bekas tetap tinggi

SANGATTA, Suara Kutim.com (22/2)
Penjual pakaian bekas dari berbagai negara di Kutai Timur (Kutim) tidak terpengaruh isu bakteri berbahaya.Bahkan, sejumlah pedagang mengaku masih bisa mengatongi keuntungan hingga Rp.400 ribu perhari.
Di sejumlah tempat penjualan pakaian bekas, animo masyarakat tetap tinggi bahkan tak terganggu dengan imbauan Kementrian Perdagangan (Kemendag) yang menyebutkan ada bakteri berbahaya yang menempel pada pakaian bekas impor yang ngetrend disebut Cakar atau Cap Karung.
Penjualan pakaian bekas di Sangatta bertebaran diantaranya Jalan Diponegoro, Pasar Sangatta Lama dan Sangatta Selaran serta Margo Santoso. Sejumlah pedagang mengaku sejak beredarnya isu pakaian bekas mengandung bakteri itu tidak terlalu mempengaruhi omzet penjualan.”Dalam beberapa pekan ini ata-rata penghasilan setiap hari diatas Rp400 ribu bahkan lebih ramai, terutama jika ada barang baru datang,” terang Anto seorang pedagang pakaian bekas seraya menyebutkan mendapat stok dari Samarinda dan Balikpapan dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp4 juta ball.
Hal senada diakui pedagang lain bernama Ira (30) bahkan ia menyebutkan usaha penjualan pakaian bekas tidak pernah dilarang pemkab, selain itu selama ini belum pernah ada complain pembeli.” Kami tetap saja menjual selagi tidak ada teguran dari pemerintah, sampai saat ini juga belum pernah membeli pakaian bekas yang saya jual mengeluh dan komplin atau jatuh sakit,” terang Ira.
Pengakuan Ira dan Anto ini dibenarkan Amrul (30) yang mengaku sudah tahunan membeli pakaian bekas, namun sebatas baju dan celana. Terhadap pakaian dalam, ia mengaku tidak pernah. “Selama ini belum ada apa-apa, padahal pakaian saya ini semuanya dibeli di Cakar karena model serta warnanya cocok,” aku Amrul seraya menyebutkan sebelum dipakai dicuci dengan dengan sabun antibakteri.(SK-08)

Artikulli paraprakKaum Muda Kutim, Desak Percepatan Otsus Kaltim
Artikulli tjetërCalon Benar-Benar Mengenal Kutim