Beranda hukum Dituding Tidak Adil, Wasit Syamsul Dipukuli Pemain Hingga Babak Belur

Dituding Tidak Adil, Wasit Syamsul Dipukuli Pemain Hingga Babak Belur

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (19/5)
Meski kejuaran sepak bola Kapolres Cup 2016 yang memperebutkan piala Kapolres Kutim 2016 digelar untuk lebih memperat silahturahmi, ternyata aksi pemukulan terhadap wasit tidak bisa dihidarkan. Kasus pemukulan Syamsul-sebagai wasit terjadi Rabu (18/5) ketika bertemu Kesebelasan Polres Bontang dengan KPC Hatari.
Keterangan yang dihimpun Suara Kutim.com, pemukulan Wasit Syamsul oleh tim Polres Bontang karena melihat wasit tidak fair dan cendrung membela KPC Hatari. AKP Ramadhani ketika dikonformasi membenarkan telah terjadi pemukulan terhadap Wasit Syamsul. “Kasus itu berawal terjadinya pelanggaran di depan gawang tim KPC Hatari yang mengharuskan adanya penalti oleh Polres bontang, tetapi wasit Syamsul tidak memberikan,” terangnya.
AKP Ramadhani yang sehari-harinya Kasatlantas Polres Kutim, menandaskan setelah terjadi beberapa kekerasan yang dilakukan tim KPC Hatari yang mengharuskan penjaga gawang Polres Bontang digotong ke pinggir lapangan karena cedara kakinya akibat berbenturan.
“Puncaknya saat menit ke 31, tendangan yang dilesatkan pemain KPC Hatari dianggap gol, padahal secara jelas hakim garis menganggap itu off side, keputusan itu membuat kemarahan pemain Polres Bontang pecah sehingga meyebabkan keributan dalam lapangan,” bebernya ketika dihubungi Kamis (19/5) siang.
Karena tidak puas dengan kepemimpinan Saymsul, tim Polres Bontang serta merta menyerang hakim lapangan yang sudah punya lisensi PSSI ini. Akibatnya, Syamsul mengalami luka di bagian wajah akibat bogem mentah demikian dengan beberapa pemain Polres Bontang. “Baik wasit maupun pemaian dari Polres Bontang sama-sama dibawa ke RSU Kudungga karena mengalami luka,” terang Ramadhani seraya menambahkan Tim Polres Bontang idiskualifikasi sementara KPC Hatari melaju ke perempat final.
Sebagai penanggungjawab pertandinfin, Ramadhanil menyayangkan bisa terjadi karenanya berenca melakukan mediasi dengan komite wasit PSSI Kutim agar hal serupa tidak terulang. Ia mengakui, sebagai panitia sudah mengingatkan agar Syamsul tidak menjadi wasit utama ditakutkan akan berat sebelah karena dia merupakan karyawan di perusahaan subkontraktor PT KPC. “Kami sudah beri peringatan tetapi tidak diindahkan oleh panitia pelaksana di lapangan, “ sesal Ramadhani.
Kejuaraan sepak bola digelar Polres Kutim untuk menyemarakan Hari Bhayangkara ke 70, sejumlah tim ikut berlaga termasuk Polres Bontang. Kejuaraan yang digelar hingga 26 Mei 2016 ini, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp20 juta kepada juara pertama, sedangkan juara kedua mendapat Rp 10 juta, dan Juara ketiga mendapat Rp 7,5 juta.
Untuk pemain terbaik dan top score akan mendapat hadiah spesial, dan hingga saat ini mantan Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko mencatatkan namanya dalam peringkat pertama pencetak gol terbanyak. (SK2/SK3/SK12)