Beranda hukum Dokter dan Masyarakat Diimbau Tidak Menggunakan Albothyl

Dokter dan Masyarakat Diimbau Tidak Menggunakan Albothyl

1063
0

SANGATTA (25/2-2018)
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani Hasanal mengingatkan jajaran Puskesmas dan RSU Kudungga untuk tidak menggunakan albothyl, meski belum menerima surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum lama ini menyatakan pelarangan penggunaan Albothyl setelah ditemukannya berbagai komplikasi yang diamati selama dua tahun pada pasien yang menggunakan Albothyl.
Kepada Suara Kutim.com, Minggu (25/2), ia menyebutkan saat ini, Dinas Kesehatan baru pada tahap pemberitahuan berupa imbauan kepada dokter yang biasa menggunakan albothyl seperti dokter gigi. “Saat ini baru pelarangan itu beredar di media sosial saja, karena belum ada edaran resmi untuk penarikan namun dokter kesehatan mulut dan gigi sudah tidak direkomendasika lagi,” sebut Bahrani.
Ia mengakui sudah mendengar keterangan BPOM yang menyebutkan albothyl ditarik di pasaran karena mengandung zat konsentrat berbahaya dan ada efek terbakar. Diakui Bahrani, Albothyl merupakan obat bebas terbatas berupa cairan obat luar yang mengandung policresulen konsentrat dan digunakan untuk hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal.
Berdasarkan pengamatan BPOM selama 2 tahun terkahir, ada 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping dari albothyl untuk pengobatan sariawan diantaranya efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi. “Selain dokter, masyarakat juga jangan menggunakan albothyl,” imbuhnya.(SK12)

Artikulli paraprakPada Tahap II, Tercatat 18.742 Warga Kutim Divaksin Difteri
Artikulli tjetërBandar Asal Selangkau Terciduk di Sangkulirang Bersama 10,07 Gram Sabu