Beranda ekonomi dr Asik : Malaria Bisa Menurunkan Produktifitas

dr Asik : Malaria Bisa Menurunkan Produktifitas

1752
0
BERPENGARUH : dr Asik didampingi M yusuf dari Dinas Kesehatan, saat memaparkan tentang bahaya Malaria kepada pejabat Pemkab Kutim.

SANGATTA,Suara Kutim.com
Sebanyak 3,4 miliar penduduk dunia beresiko tertular malaria dan 207 juta orang positif sedangkan meninggal dunia 627 orang terbanyak di Afrika, diantaranya anak dibawah 5 tahun. Kepada Suara Kutim.com, dr Asik Surya MPPM – Kasubdit Malaria Ditjen PPPL Kemenkes menyebutkan di Indonesia, pada tahun 1990 malaria menempati rangking ke 8, namun pada tahun 2010 bergeser ke peringkat 26.
Seuasi mengikuti Rakor dan Advokasi Partisipasi Swasta dalam memerangi malaria di Kutim, Kamis (29/1) diungkapkan daerah endimisitas malaria berdasarkan annual parasite incidence (API) sebagian besar di kawasan Indonesia Timur seperti Papau, Papua Barat, NTT, Maluku dan Maluku Utara.
Ia menyebutkan, di Kaltim berdasarkan data tahun 2013, PPU masih berada ditempat teratas sedangkan Kutai Timur berada diposisi ke tiga. Data yang diolah Kemenkes, kasus Malaria dari tahun 2010 hingga 2012 fluktasi terutama pada daerah yang kini sedang berkembang perkebunan kelapa sawit.
Diungkapkan, malaria selain dapat menyebabkan meninggal dunia juga mengurangi produktifitas pekerja, disisi lain biaya yang dikeluarkan tinggi. “Kajian kami selama tiga tahun kerugian akibat malaria mencapai Rp703 juta lebih, dengan hari produktifitas yang hilang berjumlah 11.869 hari. Sedangkan biaya berobat dari 2.374 kasus malaria mencapai Rp771,5 juta dengan perhitungan sekali berobat mencapai Rp100 ribu,” bebernya.
Asik Surya yang pernah bertugas di Kanwil Kesehatan Kaltim, mengajak semua pihak peduli dengan masalah malaria karenanya ia mengimbau ada kemitraan dan kesinambungan program dengan menerapkan 3 prinsip, 3 spirit, 3 modal serta 3 misi. “Kalau semua mau dan bersatu, saya optimis Kutim dalam waktu tidak lama bisa mengeliminasi malaria,” ujar dr Asik yang datang bersama sejumlah dokter lainnya.(SK-011)

Artikulli paraprakMugeni : Malaria Harus Diperangi Bersama
Artikulli tjetërPT BEP Bangun PLTU 2 x 300 MW di Wahau