Beranda ekonomi Dwi : Potensi Budaya Di Kutim Banyak, Penyajian Belum Maksimal

Dwi : Potensi Budaya Di Kutim Banyak, Penyajian Belum Maksimal

939
0

SANGATTA (5/3-2018)
Beragamnya kebudayaan dan adat istiadat sebagai kearifan lokal dimiliki Kutai Timur, diakui Kepala Dinas Pariwisata Dwi Susilanto Gamawan bisa menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, terlebih jika dikelola secara tepat bukan hanya sekedar sebagai daya tarik bagi wisatawan, namun tentu saja mampu sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namunm diakuinya, ujar pria yang akrab disapa Dwi ini, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan festival kebudayaan dan adat istiadat tersebut adalah sulitnya menetapkan tanggal penyelenggaraan.
Diungkapnya, jadwal pasti penyelenggaraan sebuah even berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan terutama bagi turis atau wisatawan mancanegara. “Mereka jauh-jauh hari menyusun jadwal berlibur yang harus disesuaikan dengan jadwal penyelenggaraan sebuah gelaran festival,” beber Dwi.
Dijelaskannya, sejumlah even kebudayaan dan adat istiadat yang cukup digemari oleh wisatawan asing seperti pesta adat Dayak Wehea Lom Plai di Desa Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wahau, yang biasanya dilaksanakan di bulan April. Namun terkadang waktu tepatnya juga tidak bisa ditentukan karena banyaknya rangkaian ritual hingga puncak acara.
“Bagi wisatawan asing, selalu meminta kepastian tanggal pelaksanaan. Sedangkan festival kebudayaan dan adat lainnya di Kutim, hingga saat ini juga belum terjadwal secara pasti. Tentunya harus ada kolaborasi antara seluruh instansi terkait, terutama Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan di Kutim, serta penyelenggara,” harapnya.
Disebutkan, setiap festival kebudayaan dan adat di Kutim bisa terjadwal dengan baik dan dibuatkan sebuah agenda kegiatan rutin tahunan, menjadi daya jual bagi Kutai Timur kepada wisatawan untuk datang ke Kutim.
Dalam roda ekonomi, ujar Dwi, selain menikmati suguhan festival kebudayaan, tentu ada perputaran uang didalamnya karena para turis pasti menyewa penginapan dan berbelanja sehingga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Selain itu, dengan masuknya wisatawan ke Kutim juga akan menjadi sumber pendapatan asli daerah bagi Kutim,” beber pria yang sudah berkali-kali mendatangi festival budaya yang digelar daerah lain termasuk luar negeri.(SK3)

Artikulli paraprak2 Oknum Security Ditembak, Mencuri di RM Diponegoro Sangatta
Artikulli tjetërUngkap Kasus Penembakan Orang Utan, 9 Anggota Polres Terima Penghargaan Kapolres Kutim