Beranda hukum Endro – Ketua PWI Kaltim : Nara Sumber Bisa Saja Menolak

Endro – Ketua PWI Kaltim : Nara Sumber Bisa Saja Menolak

502
0
Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi memberikan pengarahan pada pembukaan UKW PWI Kaltim Angkatan XV yang digelar di Gedung PWI Kaltim Jalan Biola Samarinda.

SANGATTA (29/7-2019)

Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi mengingatkan anggota PWI untuk mentaati UU Pers, KEJ dan aturan lainnya dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Wartawan Kaltim Post ini, menyebutkan nara sumber berhak menolak diwawancari oleh jurnalis yang belum pernah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Penolakan bisa dilakukan oleh nara sumber jika jurnalis yang melakukan wawancara belum pernah ikut UKW, termasuk penggunaan alat perekam tersembunyi,” terang Endro.

Disebutkan Endro, apabila ada penolakan sumber berita untuk diwawancari, sebagai jurnalis wartawan tidak boleh marah.

Diungkapkan, PWI Kaltim terus menggelar UKW, karena  UKW penting untuk diikuti orang-orang yang berkecimpung di bidang media karena menjadi tolak ukur bagi pewarta apabila ingin meraih predikat profesional.

Selain itu, tambahnya, UKW juga memberi pelajaran pewarta untuk memahami kode etik jurnalistik (KEJ) terlebih saat ini   ada sejumlah media abal-abal yang wartawannya tidak mematuhi kode etik. “Uji kompetensi, bukti wartawan profesional,” sebutnya.

Ia berharap semua wartawan di Kaltim terutama yang tergabung di PWI, mengikuti UKW agar lebih terasah dan mendalami apa yang menjadi dasar dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Diakui Endro, PWI Kaltim punya beban moril untuk meningkatkan kemampuan anggotanya karena selalu digelar UKW dengan dukungan berbagai pihak. “Mereka yang mendukung digelar UKW selama ini adalah yang menyadari akan peran tugasnya wartawan, sehingga juga sama berpikir ingin meningkatkan kualitas wartawan di Kaltim yakni melalui UKW,” beber alumni Lemhanas ini.(SK8)

Artikulli paraprakBesok, PWI Kutim Gelar Pembekalan Tentang Pemberitaan Anak Di Bawah Umur
Artikulli tjetërIPK Kutim Rendah, Wabup Minta Perhatian Kepala OPD