Beranda ekonomi Gara-Gara Kompor, 50 Lapak Sayur di PIS Ludes Terbakar

Gara-Gara Kompor, 50 Lapak Sayur di PIS Ludes Terbakar

1254
0
GELAP : Akibat terbakarnya 50 lapak sayur di Pasar Induk Sangatta (PIS) aliran litsrik diputus sementara, akibat pedagang yang ada menggunakan lilin saat melakukan aktifitas, Minggu (9/8) subuh tadi.

SANGATTA,Suara Kutim.com (9/8)
Dalam sehari atau 12 jam, Sangatta dilanda dua kali kebakaran. Kebakaran beruntun itu pertama terjadi di Gang Masjid Jalan Sangatta Utara yang menyebabkan dua buah barakan dengan 12 pintu milik Hj Suleha, porak poranda. Kebakaran kedua terjadi di Pasar Induk Sangatta, terjadi pukul 23.45 Wita yang mengakibatkan 50 petak lapak sayur, terbakar.
Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandok menerangkan kebakaran yang menyebabkan 12 KK kehilangan tempat tinggal, diguna kompor meledak. Namun, penelitian masih dilakukan penyebab sebenarnya. Sedangkan kebakaran di pasar Induk, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Irawansyah, juga diduga karena kompor yang ditinggal sebelum dimatikan. “Indikasinya ada pedagang yang masak di sana. Mungkin lupa matikan, akibatnya meledak dan membakar pasar sayur,” jelas Irawansyah.
Diungkapkan Irawansyah akibat kebakaran lapak sementara yang digunakan pedagang sayur, yang memang terbakar ludes 41, sedangkan 9 lapak itu kena imbas. “Ada lima puluh petak yang terkena kebakaran dengan kerugian sekitar Rp500 juta ,” terang Irawasnyah seraya menambahkan lapak yang terbakar masih sementara.
Irawansyah akan mengusulkan ke Bupati Ardiansyah Sulaiman agar pedaggan yang tempat usahanya terbakar diberikan keringanan. Seperti tidak membayar retribusi 1 atau 2 bulan ke depan. Terhadap masalah modal, ia menandakan akan dicarikan solusinya agar tetap betrdagang. “Semua masih akan diusulkan ke pemerintah, bagimana penanganan mereka namun setelah kebakaran ditempatkan pada bagian belakang pasar,” beber Irawansyah.(SK-02/SK-012)

Artikulli paraprakDaftar Tahun 2015, Berangkat Haji Tahun 2038
Artikulli tjetërKorban Kebakaran Diusulkan Masuk Program RLH