Beranda ekonomi Hari Ini, Menteri ESDM Ingnasius Jonan Resmikan PLTU KPC

Hari Ini, Menteri ESDM Ingnasius Jonan Resmikan PLTU KPC

844
0
GM CPHD Poltak Sinaga (dua dari kanan) dengan GM PT PLN (Persero) Novianto Gustam (tiga dari kanan) saat penandatanganan jual beli tenaga listrik KPC, di Balikpapan, Senin (18/12) lalu.

SANGATTA (8/3-2018)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari ini akan meresmikan proyek Excess Power Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Agung Pribadi dalam siarang persnya, menyebutkan, Peresmian Excess Power PLTU Tanjung Bara sebagai upaya pemerintah mendorong penyediaan tenaga listrik yang lebih merata agar dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas dengan harga yang terjangkau.
Disebutkan, keberadaan excess power ini memberikan multiplayer effect terhadap masyarakat di area sekitar PLTU Tanjung Bara, salah satunya adalah mampu melistriki masyarakat Kota Sangata sebanyak 25.578 Kepala Keluarga.
Proyek berkapasitas 3×18 MW ini dibangun sejak Oktober 2011 dengan nilai investasi sebesar USD 150 juta. Kehadiran excess power ini melengkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelumnya 2X5 MW sehingga kapasitas PLTU Tanjung Bara menjadi 64 MW. “Dari total kapasitas tersebut, 30 MW digunakan untuk kebutuhan listrik di lingkungan PT KPC dan 34 MW sisanya merupakan excess power dimana 18 MW diantaranya telah berkontrak atau diperjualbelikan kepada Perusahaan Listrik Negara,” terangnya.
Dijelaskan, guna memproduksi excess power, pembangkit ini membutuhkan batubara sekitar 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4700 Gross Air Received (GAR).
Lebih jauh, disebutkan, PT KPC diharapkan bisa mengembangkan kapasitas pembangkitnya untuk menambah pasokan listrik Kutai Timur pada khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya yang sejalan dengan pengembangan jaringan distribusi interkoneksi kalimantan 150 KV yang dibangun oleh PLN.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengembangkan jaringan kabel distribusi listrik untuk menjangkau wilayah operasi remote yang masih menggunakan genset berbahan bakar solar di sekitar pertambangan batubara.
Selama di Sangatta, Menteri Jonan juga meresmikan pabrik pakan ternak skala kecil di Pertenakan Sapi Terpadu (PESAT) dengan kapasitas produksi 2 ton per hari milik PT KPC sebagai salah satu bentuk Community Social Responsibility (CSR).
PESAT dibangun PT KPC pada tahun 2009 sebagai salah satu program pemanfaatan lahan pascatambang yang berada di Zona Pemanfaatan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Keberadaan PESAT bisa memenuhi kebutuhan pakan konsentrat ternak masyarakat di Kutai Timur dan menekan harga pakan konsentrat yang selama ini dibeli dari Jawa sehingga harganya menjadi lebih murah, sedangkan penerima manfaat dari keberadaan PEKAT pada sisi hulu yaitu 10 kelompok tani, 2 jasa fasilitator edukasi, 2 BUMDesa dan 2 lembaga penyedia sapi bakalan serta 4 orang tenaga kerja lokal pada tahap proses produksi,” beber Agung seraya menamanbahlan penerima manfaat di sisi hilir yakni 5 kelompok ternak unggas, 10 kelompok ternak sapi, jasa pemasaran, dan 2 lembaga jasa catering.(SK12)

Artikulli paraprakFahmi Lantik PPK Pemilu dan Pilpres Tahun 2019
Artikulli tjetërDandim Sangatta Ingatkan Pelita Menjadi Pioner Pembangunan Kutim