Beranda kutim adv pemkab Hari Libur, Dukcapil Kutim Buka Layanan Hingga Pukul 14.00 Wita

Hari Libur, Dukcapil Kutim Buka Layanan Hingga Pukul 14.00 Wita

1336
0

SANGATTA (30/3-2019)

Bagi warga masyarakat yang memerlukan pelayanan kependudukan, terutama untuk perekaman dan pengambilan KTP, Dinas Kependudukan dan Capil (Dukcapil) memberikan layanan setiap hari termasuk Sabtu dan Ahad.

Kadis Dukcapil Kutim Januar Herlian Putera Lembang Alam

Kepala Dinas Dukcapil Kutim Januar Harlian PAL, Jumat (29/3) menerangkan pelayanan di luar hari kerja ini bertujuan masyarakat Kutim semuanya sudah terekam dalam data kependudukan. “Saat ini ada ribuan Suket yang sudah dicetak KTPnya, nah bagi warga yang akan mengambil KPT bisa datang di luar hari kerja dengan jam pelayanan dimulai pukul 09.00 Wita hingga 14.00 Wita,” terang Januar.

Kepada Suara Kutim.com dijelaskan pelayanan di luar hari kerja yakni Sabtu dan Ahad tanggal 30 dan 31 Maret 2019, kemudioan tanggal 6 dan 7 April, serta tanggal 13 dan 14 Aprilk 2019. “Bahkan pada Rabu tanggal 17 April 2019, kami juga tetap buka,” terang Januar seraya menambahkan hanya Rabu tanggal 3 April 2019 pelayanan tutup karena libur nasional.

Warga Kutim yang datang ke Dukcapil Kutim

Penambahan jam pelayanan ini, diakui Januar untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ia mengakui selama ini, kerap dihadapkan dengan kelangkaan blangko KTP dan tinta. Terhadap blangko KTP, disebutkan semuanya diadakan Kementrian Dalam Negeri.

Meski demikian, Januar membantah jika waktunya lama sampai bertahun-tahun seperti yang disebarkan sejumlah oknum masyarakat. “Sepanjang ada blangko pelayanan segera dilakukan dengan cepat, bahkan pegawai lembur,” terangnya.

Sebelumnya seorang warga di Sangatta Selatan kepada Suara Kutim.com menyebutkan kalau pembuatan KTP saat ini lama bahkan bertahun-tahun. Namun, ketika ditanya apa penyebabnya ia enggan menyebutkan, bahkan seorang pedagang membantah pernyataan pria yang ternyata saat itu memegang banyak KTP warga. “Nggak benar itu, saya buat KTP nggak lama asalkan mau datang sendiri dan sabar antri, semua itu wajib antri kalau melalui orang bagaimana caranya karena yang direkam itu mata dan sidik jari kita,” ungkap wanita yang keseharian menjual gado-gado dan ec cendol di Sangatta Selatan.(ADV-Humas Setkab Kutim)

Artikulli paraprakGIB Kutim Kembali Salurkan Bantuan Donatur
Artikulli tjetërIsmu Berharap Kutim Kembali Raiah WTP, Sudah Sampaikan LKPD ke BPK Kaltim