Beranda kesehatan Harmadji : K2 Ditutup Penyebaran HIV-AIDS Bisa Meluas

Harmadji : K2 Ditutup Penyebaran HIV-AIDS Bisa Meluas

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com
   Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutai Timur  (kutim) Harmadji P, memprediksi penyebaran HIV AIDS di Kutim  beberapa tahun ke depan akan terjadi lonjakan besar, pasalnya masalah HIV-AIDS yang tampak sekarang hanyalah puncak gunung es.
       Ia memperkirakan, dengan ditutupnya lokasi pelacuran Kampung Kajang (K2) Sangatta Selatan, akan berdampak besar terhadap aktifitas protitusi di lingkungan masyarakat. Menurutnya, jika Pemkab belum punya intrumen yang tegas dan pengawasan ketat dikwatirkan penutupan K2 semakin mempercepat penyebaran HIV-AIDS.
Diungkapkan, antara setuju dengan tidak penutupan K2  sebagai  lokalisasi prostitusi tertua di Kutai Timur ini, Harmadji berharap Pemkab Kutim memberikan solusi yang tepat terhadap para mantan PSK  akan kelanjutan nasib hidupnya.  “Belajar penutupan lokalisasi  Dolli  Surabaya, Pemkab Kutim harusnya memikirkan agar tidak ada dampak sporadis dari prostitusi illegal yang kini sudah mulai nampak di kota Sangatta dengan adanya wisma atau hotel yang menyediakan para wanita sebagai penjaja kebutuhan esek-esek,” ungkap Harmadji.
Dia menyatakan meski lokalisasi K2 tidak resmi,  Dinas Kesehatan Kutim masih mampu mendata dan melakukan pemeriksaan penyakit seks manular (PSM) atau penyakit kelamin kepada para penghuni lokalisasi  bahkan PSK secara sukarela dan rutin mau memeriksakan dirinya ke klini VCT di puskesmas.
Harmadji menambahkan, semenjak rencana penutupan dan maraknya kegiatan protitusi liar, para PSK liar yang berada di wisma atau hotel di Sangatta  dipastikan tidak pernah melakukan pemeriksaan penyakit kelamin bahkan VCT HIV AIDS.

Dalam keterangan persnya berkaitan dengan peringatan Hari AIDS se Dunia, ia menyebutkan pengidap HIV AIDS di Kutim  hingga September 2014 mencapai   165 orang dengan rata-rata percepatan 35 orang terinveksi HIV AIDS tiap tahunnya. Sedangkan  pada tahun 2014 sendiri diketahui hingga akhir September 2014 ada sebanyak 24 orang terinveksi HIV AIDS baru dan 50 orang meninggal sejak 2010.(SK-02)