Beranda kutim Hearing Komisi D : Baznas Kutim Tahun 2017 Kelola Dana Zakat Rp5,1...

Hearing Komisi D : Baznas Kutim Tahun 2017 Kelola Dana Zakat Rp5,1 M

740
0

SANGATTA (7/5-2018)
Masalah distribusi dana zakat yang dihimpun Badan Zakat Nasional (Baznas) Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian Komisi D DPRD Kutim yang dipimpin Angga Redi Niata. Dalam hearing yang digelar di Gedung DPRD Kutim, Senin (7/5) siang, berbagai pertanyaan dilontarkan ketua dan anggota Komisi D.
Komisi D sesuai amanat UU, kata Angga, mempunyai tugas di bidang Kesra diantaranya soal keagamaan, Narkotika, Iptek, Sosial serta Ketenagakerjaan. Sedangkan Baznas merupakan salah satu mitra kerja Komisi D. “Komisi D ingin mengetahui kegiatan dan program serta rencana kerja Baznas Kutim dalam pengelolaan dana ummat yang ditampung Baznas apakah sudah berdasarkan kreteria dan syarat yang ditetapkan baik dalam Al-Quran maupun UU yang berlaku termasuk Perda Kutim,” kata Angga dalam pertemuan yang diikuti Uce Prasetyo sebagai Sekretaris Komisi D, Agus Aras dan Sayid Anjas.
Berdasarkan potensi, kami melihat dana ummat Islam yang bisa dihimpun Baznas Kutim terbilang besar terlebih sejak PNS Pemkab Kutim dikenakan pemotongan zakat. Dalam hearing ini, Komisi D, ungkap Angga, ingin sekali mengetahui sejauh mana realiasasi penerimaan serta penggeluaran dana Ummat Islam yang diterima Baznas.
“Disisi lain ingin mengetahui apakah ada kendala serta bentuknya apa, dan diharapkan dari hearing ada masukan Komisi D yang bisa disampaikan ke Pemkab Kutim,” terang Politikus Hanura ini dalam pertemuan dengan pengurus Baznas Kutim yang dipimpin Harun Rasyid sebagai ketua serta Husain dari Kementrian Agama Kutim.
Pertemuan yang dimulai pukuk 14.15 Wita dan berakhir pukuk 16.10 Wita itu, Harun Rosyid bersama pengurus lainnya membeberkan realisasi penerimaan Baznas selama tahun 2017 sebesar Rp5,1 Miliar yakni dari Zakat Profesi Rp4,1 M yang sebagian besar PNS Pemkab Kutim, Zakat Maal Rp 50,8 juta, Shadaqah Rp13 juta, Infaq Rp115,2 juta, Fitrah Rp755,2 juta dan DSKL Rp45,4 juta.
Dana yang dihimpun itu, disalurkan ke 18.473 orang senilai Rp4,9 M sehingga pada tahun tahun 2017 ada saldo lebih Rp143,1 juta.
Secara bergantian, jajaran Baznas Kutim membeberkan penyaluran dana zakat yakni melalui program Kutim Peduli Rp 782,7 juta, Kutim Sejahtera Rp586,1 Juta, Kutim Taqwa Rp 3 M , Kutim Sehat Rp 155,8 juta, Kutim Cerdas Rp400,7 juta.
“Diantara penerima dana zakat yang disalurkan Baznas Kutim yakni majelis ta’lim, selain itu ada antuan biaya pendidikan mahasiswa di STEI SEBI Depok berupa spp, biaya kuliah, tiket dan transportasi lainnya sebanyak 14 orang,” beber Harun Rosyid.
Terkait penerimaan tahun 2108 hingga bulan April mencapai Rp 1,3 M disalurkan kepada 4.978 orang senilai Rp1,09 M antara lain untuk korban banjir di Sangatta akhir bulan April lalu, Bantuan alat pertanian di Kongbeng, Bantuan Pembinaan ZCD di Sangatta Selatan.
“Semua dana yang terhimpun diumumkan kepada masyarakat dan dilaporkan dalam 3 bulan sekali kepada berbagai pihak termasuk DPRD Kutim,” jelas Harun Rosyid.(ADV-DPRD KUTIM)

Artikulli paraprakPromosi Hutan Wehea dan Lom Plai Diusahakan Menggunakan DAK Kehutanan
Artikulli tjetërBersama Kodim Sangatta, Pemkab Perbaiki Jalan Desa di Pengadan