Beranda hukum Heboh, Ketua KPU Cium Tangan Ketua PPP Kutim

Heboh, Ketua KPU Cium Tangan Ketua PPP Kutim

1499
0

SANGATTA (2/2-2018)
Masalah cium tangan Ketua DPC PPP Kutim Encek UR Firgasih oleh Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris menjadi viral dan perdebatan netizen. Namun, aksi yang dilakukan Fahmi itu semata-mata ia menghormati orang tua, karena selama mengikuti verfikasi faktual ke sejumlah Parpol, ia juga mencikum tangan sejumlah tokoh lainnya seperti Abdal Nanang dan Samsuddin Sakka.
Namun, bagi Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Kutai Timur, Alex Bajo, aksi cium tangan yang dilakukan Fahmi Idris akan dilaporkannya ke Dewan Kehormatan KPU Pusat (DKPP). “Jika dalam waktu dekat tidak segera mengklarifikasi, terkait beredarnya foto Ketua KPU Kutim mencium tangan salah satu Ketua Partai Politik saat berlangsungnya verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU, kami akan melaporkan ke DKPP,” Ketua PA – GMNI Kutim Alex Bajo, Kamis malam di Sangatta.
Foto yang diunggah seseorang di medsos, kembali diposting Suyono – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kutim ini ditambahi kalimat “Dimana wibawa penyelenggara Pemilu kalau Ketua KPU sampai melakukan hal seperti ini terhadap salah satu ketua partai politik.”
Postingan Suyuno ini langsung viral, beragam komentar baik pro maupun kontra. Namun, Ketua KPU Kutim Fahmi Idris kepada Suara Kutim.com menyebutkan apa yang ia lakukan spontanitas dan itu selalu ia lakukan jika ia bersalaman dengan orang yang ia tuakan. “Inilah ajaran orang tua dan agama, terlepas apa jabatan saya dan orang itu. Masak hal yang baik itu, harus saya tanggalkan ketika saya menjadi Ketua KPU, nggak lah. Saya ketika bertandang bersama tim ke Hanura dan Partai Golkar, juga sempat mencium tangan tokoh-tokoh kedua Parpol seperti Pak Abdal Nanang dan Samsuddin Saka,” beber Fahmi seraya menambahkan cium tangan merupakan budaya Bangsa Indonesia terutama bagi orang muda kepada orang tua terlepas apa kedudukannya.
Fahmi menegaskan, ia tetap akan melaksanakan tugas sesuai koridor hukum yang ada dan ia menambahkan keputusan di KPU bersifat kolektif. “Haruskah, karena jabatan kita tidak boleh melakukan hal yang baik menurut agama, dan yang diajarkan secara turun menurun terlebih dalam lingkungan keluarga besar saya,” sebutnya.
Sementara itu sejumlah pegawai KPU Kutim kepada Suara Kutim.com menyebutkan, pimpinan mereka merupakan orang santun dan selalu menghormati orang tua. “Jangankan dengan orang lain, dengan kami sebagai staf ini saja beliau itu santun sekali, menghormati pegawainya sehingga tidak ada jarak apapun. Jadi kalau beliau, mencium tangan Ibu Firgasih itu kami kira tak bukan sekali ini sudah berkali-kali bahkan sejak lama, demikian dengan beberapa orang lainnya,” ungkap mereka.(SK10/SK11)

Artikulli paraprakBawa Sabu, Warga Singa Geweh Terciduk di Jalan Cendana Sangatta
Artikulli tjetërYusuf Samuel Tolak 2 Kegiatan Pembebasan Lahan di Sangatta