Beranda kutim haji Hujan Guyur Sebagian Arafah

Hujan Guyur Sebagian Arafah

868
0
Suasana jamaah Kloter 15 Balikpapan diantaranya 31 orang warga Kutim sedang mengikuti khutbah wukuf.

SANGATTA (10/8-2019)

                Tak satupun jamaah haji tak menangis saat  memohon ampunan kepada Allah SWT berdoa  untuk diri sendiri, dan keluarga terlebih orang tua. Menurut Subhan – kontributor Suara Kutim.com di Makkah, di bawah terik matahari yang mengigit tak membuat jamaah haji kendur untuk berdoa dan melakukan amal ibadah lainnya.

Suasana wukuf di Arafah

                Disebutkan Subhan, di saat jutaan jamaah haji sedang bermunajat kepada Allah SWT memohon ampunan serta saling memaafkan sesama jamaah, tiba-tiba sebagian Arafah diguyur hujan lebat sehingga membuat Arafah, sejuk. “Tak ada jamaah yang tidak menangis, mereka usai shalat Dzuhur yang dijamak dengan Asar, langsung berdoa baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia,” kata Subhan.

                Dalam laporannya, Subhan yang pernah tinggal di Samarinda ini, menyebutkan jika air mata jamaah haji bisa diukur  mungkin akan terkuras habis dan membasahi Arafah. Suasana haru, penyesalan dan memohon ampun Allah SWT menjadi doa utama jutaan jamaah haji tahun 2019 yang sejak Jumat (9/8) kemarin sudah berdiam di kawasan yang dikelilingi gunung tandus ini.

                Ratapan penyesalan terlihat jelas dari raut wajah jamaah, bahkan tak satupun yang bermain-main ketika waktu wukuf dimulai setelah shalat dzuhur. Waktu wukuf yang berakhir bertepatan masuknya waktu shalat magrib ini, diawali dengan azan setelah itu masing-masing kloter dan kelompok menggelar khotbah wukuf, setelah itu digelar shalat dzuhur yang dijamak qasar dengan asar.

                Selain berdoa di dalam tenda, ada juga jamaah baik perorangan maupun pasangan melakukan doa di luar tenda meski suhu di Arafah mencapai 42  derajat celcius. Kloter 5 Balikpapan yang terdiri jamaah haji asal Kutim, Paser dan Samarinda  rata-rata  berada  dalam tenda. “Alhamdulillah, semua jamaah bisa melaksanakan wukuf dan masih prima kesehatannya meski demikian  jamaah yang tergolong resiko tinggi tetap dipantau,” kata Nanang Gazali – TPIHI Kloter 5 Balikpapan.

Hujan ketika menguyur Arafah, Sabtu (10/8) sempat diabadikan seseorang dari dalam kereta api Arafah – Mina.(Foto Ist)

               Dijelaskan, setelah magrib, semua jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Musdalifah untuk mabit serta mengambil batu yang akan dilemparkan di tiga jumrah di Mina namun pada Ahad (11/8) besok hanya jumrah Aqobah yang dilempar terlebih dahulu.

               Terpisah Basrie – Ketua Rombongan Jamaah Haji Kutim di Kloter 15 Balikpapan, dan Aji Susi Suzana – TPHD Kutim, menerangkan semua jamaah masih sehat waalfiat selama wukuf berlangsung. “Alhamdulillah, hingga Ashar ini kami sehat-sehat, Insya Allah usai magrib ke Musdalifah dan Mina sedangkan melontar Aqobah dijadwalkan Ahad besok sesuai jadwal pemerintah,” terang Basrie.(SK11)

Artikulli paraprakKhutbah Wukuf : Ihram dan Arafah, Bukti Umat Islam Sama Dihadapan Allah SWT
Artikulli tjetërBa’da Magrib, Jamaah Mulai Menuju Muzdalifah Untuk Mabit