Beranda KABAR KALTIM In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka SDN 003 Sangatta Utara

In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka SDN 003 Sangatta Utara

0
Martinus, Trainer IHT Kurikulum Merdeka

Loading

SuaraKutim.com, Sangatta – In House Training (IHT) merupakan agenda rutin setiap tahun. IHT adalah pelatihan internal sekolah untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidik. Materi IHT kali ini adalah Implementasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk profil pelajar Pancasila “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar”.

Bertempat di SD Negeri 003 Sangatta Utara, dilaksanakan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka dan penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan IHT ini dilaksanakan dari tanggal 13 – 15 September 2023 dan bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Pendidik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2023/2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Kurikulum Pembinaan Karakter dan Penilaian yaitu Bapak Moh. Syaiful Imron,S.Pd., M.Si,. Pengawas Pembina SD Negeri 003 yaitu Bapak Drs. Winoto S,M.Si,. Korwil Sangatta Utara yaitu Bapak Arafah,S.Hi.,M.Pd,. Pemateri pertama yaitu Bapak Martinus Arruan,M.Pd, pemateri kedua, Ibu Purnama Indah,M.Pd. serta sambutan Bapak Kepala Sekolah SD Negeri 003 yaitu Muriansyah, M.Pd.I serta dihadiri Bapak/Ibu Guru SD Negeri 003 dan SD Imam Syafi’i.

Dalam sambutannya Muriansyah,M.Pd.I kepala sekolah mengungkapkan “Pada Tahun Ajaran 2023/2024,  mulai mengimplementasikan kurikulum merdeka mulai dari kelas 1, kelas 2, kelas 4 dan kelas 5. Maka dari itu bapak/ibu guru diharapkan mampu menyesuaikan dengan aturan baru tersebut.” terangnya. Rabu (13/09/23)

“Untuk menambah pemahaman tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, bapak/ibu guru SD/MI diharapkan tetap antusias dalam mengikuti kegiatan IHT kurikulum merdeka ini selama 3 hari” lanjutnya.

Martinus Arruan, M.Pd sebagai pemateri pada IHT ini menjelaskan kurikulum merdeka merupakan pola pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan terdapat pemetaan potensi peserta didik di awal sebelum penyampaian materi atau yang dikenal dengan Assesment diagnostik. Hal lain yang membedakan K-13 dengan Kurikulum merdeka adalah pada P5 ( Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bagi peserta didik. 

“Implementasi kurikulum merdeka merupakan hal yang baru, maka dari itu terus berupaya membekali pengetahuan guru agar kegiatan KBM yang menggunakan kurikulum merdeka nantinya dapat berjalan optimal,” tandasnya.

Artikulli paraprakRatusan Laptop Baru di Bagi Gratis ke PAUD di Kutai Timur
Artikulli tjetërYasiwa, Fordas dan Pemkab Kutim Fasilitasi Masyarakat Budidaya Jamur Putih di KEP LBMS