Beranda foto Ingin Gedung Layak, Bapasida Harapkan Dukungan Pemprov

Ingin Gedung Layak, Bapasida Harapkan Dukungan Pemprov

1128
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (11/5)
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapasida) Kutai Timur (Kutim), mengakui minimnya pengunjung berada di tengah semak belukar di Jalan Soekarno – Hatta serta jauh dari jangkauan masyarakat.
Karena itu, tahun lalu membeli lahan seluas 2,4 Ha di Jalan Pendidikan untuk membangun Gedung Perpustakaan yang megah, sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, timbul masalah baru, kata Kepala Bapasida Budi Santoso, tidak ada anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membangun gedung, “Kami kini mengemis ke Pemprov, melalui ‘tangan’ anggota DPRD Provinsi untuk menggolkan pembangunan gedung yang lebih layak,” ungkap Budi kepada wartawan.
Budi mengakui, SKPD minta perpustakaan pindah karena memang lokasinya yang ada kurang pas. Ia menyebutkan, seharusnya perpustakaan ada di tengah pemukiman, tapi kenyataannya jauh dari pemukiman. “Jadi untuk mengenalkan buku pada masyarakat, kami hanya mengandalkan mobil keliling, untuk mendatangi lokasi tempat umum, secara rutin,” katanya.
Terpisah Sekretaris Bappeda Arjohansyah dan Kepala Dinas PU Aswandini Eka Tirta, mengakui pembangunan gedung – gedung pemerintah harus mengedepankan skala prioritas seperti Puskesmas, Kantor Camat serta pelayanan publik lainnya. “Pemkab tidak pilih kasih tetapi kondisi anggaran yang ada memang terbatas, karenanya semua dibahas dalam Musrenbang,” terang Arjohansyah.
Sedangkan Aswan menyebutkan pada tahun 2015 banyak rencana pembangunan gedung yang tertunda pembangunannya termasuk Gedung Perpustakaan Kutim. Ia tidak membantah, jika alokasi anggaran yang diberikan ke Dinas PU terbanyak untuk memenuhi kebutuhan orang banyak seperti peningkatan produksi air bersih, Puskesmas dan kantor camat. “Sekarang ini ada dua lagi SKPD yang juga perlu dibangun gedungnya yakni BKD dan Dinas Kehutanan,” sebut Aswandini.(SK-02/SK-07)

Artikulli paraprakMinum Kopi Sambil Kumpulkan Informasi Belitung
Artikulli tjetërHujan, Desa Budaya Miau Baru Terendam