Beranda Featured Irawan Minta Parpol Edukasi Anggotanya Agar Pemilu dan Pilpres Sukses

Irawan Minta Parpol Edukasi Anggotanya Agar Pemilu dan Pilpres Sukses

642
0
Puluhan ekor burung dara dilepas pada Deklarasi Pemilu dan Pilpres Tahun 2019, damai

SANGATTA (29/9-2019)
Pemilu dan Pilpres 2019, diharapkan Sekda Irawansyah bukan menjadi arena gontok-gontokan yang membuat kenyamanan warga terganggu. Makna Pemilu dan Pilpres, kata Irawasnyah, bagaimana rakyat Indonesia bia menunjukan kepada dunia kalau demokrasi Indonesia demokrasi yang benar-benar menjunjung semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepada Suara Kutim.com usai menghadiri Deklarasi Kampanye Pemilu dan Pilpres 2019 Damai yang digelar KPU Kutim, Jumat (28/9) kemarin, diungkapkan deklarasi pemilu damai merupakan wujuid nyata kalau semua rakyat Kutim, siap lahir bathin untuk menjaga dan menyemarakan Pemilu dengan riang gembira.
“Baik peserta maupun penyelenggara harus bersama-sama menjaga situasi ketentraman dan keamanan. Mari bersama kita menjaga ini, baik masyarakat di Kutim maupun seluruh Indonesia. Terlebih saat mulai kampanye, pencoblosan, penetapan hingga selesai,”tegas Irawansyah seraya mengungkapkan proses Pemilu dan Pilkada di Kutim selama ini yang tetap damai dan aman.
Irawan berharap masyarakat juga merasa bertanggungjawab dengan Pemilu dan ikut serta mensukseskannya dengan suka rela datang ke TPS. Ia mengakui beberapa kali Pemilu dan Pilkada, partisipasi masyarakat masih rendah. Namun, ia mengakui penyebabnya beragam seperti hujan dan belum pedulinya perusahaan untuk mengerahkan pegawainya.
Selain itu, ia mengingatkan Parpol ikut membantu dengan meningkatkan pendidikan politik kepada anggota dan keluarganya. Menurutnya, peranan Parpol untuk menggerakan anggotanya berarti bagi pendidikan politik. “Partai politik harus menghargai, saling berkomunikasi dan saling meberikan himbauan yang menyejukkan agar kampanye nanti dapat berjalan damai,” imbuhnya.(SK11)

Artikulli paraprakGempa Bumi Donggala, Dirasakan Warga Kutim
Artikulli tjetërWarga Sandaran Sempat Khawatir Tsunami