Beranda kutim Irawansyah : Program Smart City Terus Berproses

Irawansyah : Program Smart City Terus Berproses

434
0

SANGATTA (23/5-2018)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah mengapresiasi penyusunan masterplan smart regency Kutim dan

Sekda Irawansyah
pengembangan inovasi smart oleh Universitas Gadja Mada (UGM). Sebab setiap daerah, termasuk Kutim menginginkan adanya sistem pelayanan informasi yang dapat dilakukan mudah dan cepat dengan biaya yang efisien serta efektif. Dimulai sejak perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan monitoring kegiatan pembangunan.
“Pemkab Kutim berterima terima kasih dan apresiasi kepada tim penyusunan masterplan smart regency Kutim, karena capaian yang ada keinginan membangun satu jaringan sudah tampak tinggal mempersiapkan SDM dan perangkat lainnya,” kata Irawan berbicara soal progres program smart city.
Mantan pejabat Bappeda Kutim ini, meyakini bahwa tim penyusun dapat membuka pikiran semua pihak serta membantu Pemkab Kutim dalam hal ini Dinas Kominfo sehingga masterplan dapat disusun dengan baik. “Saat ini pemkab sudah mempersiapkan diri, yang tadinya tidak terpikirkan oleh kita, bagaimana peralatan yang akan digunakan nanti,” ungkapnya.
Sebagai langkah persiapan, ia mengaku sudah meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersiap diri dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung Smart Regancy sedini mungkin. Karena mau tidak mau Kabupaten Kutim harus bersaing dengan daerah lainnya.
“Kutim telah menjadi salah satu Kabupaten diantara di Indonesia untuk uji coba atau pilot project smart regency. Tentunya kita harapkan pelaksanaannya di Kutim akan berkelanjutan,” bebernya.
Diungkapkan, smart city nantinya mencakup e-planing walaupun saat ini masih progres untuk di implementasikan. Kedepan, tandasnya, bisa diakses melalui aplikasi. Dengan adanya smart regency juga nanti bisa dimasukkan program perencanaan pembangunan Kutim. “Ini penting untuk meningkatkan peran Pemkab Kutim dalam memonitor perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan di Kutim,” bebernya seraya menyebutkan akan menginformasikan potensi-potensi wisata dan budaya yang ada di daerah sehingga pendapatan asli daerah (PAD) Kutim bisa meningkat dimasa yang akan datang.(ADV-KOMINFO)

Artikulli paraprakJemaaah Haji Kutim Berjumlah 177 Orang Terbagi 4 Rombongan
Artikulli tjetërAngga Sesalkan PT GS Enggan Bayar Pajak dan Retribusi Galian C