Beranda hukum Ismu Janji, Jadi Jurkam Capres Ajukan Cuti

Ismu Janji, Jadi Jurkam Capres Ajukan Cuti

756
0
Bupati Ismunandar saat menghadiri kegiatan masyarakat.

SANGATTA (16/9-2018)
Pemilihan Umum (Pemilu) dan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang, harus menjadi arena demokrasi yang menjadikan masyarakat semakin matang berdemokrasi namun tetap menjaga keutuhan NKRI.
Pemkab Kutai Timur (Kutim), kata Bupati Ismunandar, mengharapkan ajang memilih wakil rakyat dan kepala negara ini berlangsung aman, damai dan bersih dari segala bentuk intimdasi, kecurangan dan tindakan yang menodai demokrasi.
Pemilu yang disatukan dengan Pilpres, diakui Ismu, menjadi pesta demokrasi meriah karena masyarakat tidak hanya memilih wakil rakyat yang nantinya duduk di kursi parlemen namun akan memilih dan menentukan Presiden, untuk lima tahun kedepan.
Sebagai kepala daerah, ia berharap Pemilu 2019 serentak bisa berlangsung lancar, aman dan damai. Ia juga meyakini masyarakat Indonesia pintar sehingga ia mengingatkan semua pihak jangan coba-coba kampanye hitam dan politik uang. “Melakukan politik uang merugikan bagi calon anggota legislatif itu sendiri, karena modal yang habis namun tidak dipilih oleh masyarakat,” ungkapnya.
Selaku pengemban jabatan politik, dirinya tidak menampik jika nantinya bisa saja ada permintaan dari tim sukses pasangan calon (Paslon) Presiden, agar dirinya atau Wakil Bupati Kutim menjadi juru kampanye (Jurkam).
Namun, terangnya, keterlibatan Ismu sebagai Jurkam harus terlebih dahulu ada permintaan dari tim sukses dan terdaftar resmi. “Jika memang ada, sebagaimana mekanisme yang berlaku maka dirinya maupun wabup akan mengajukan cuti untuk mengikuti proses kampanye. Namun hingga saat ini belum ada permintaan sebagai Jurkam Presiden,” kata Ismu yang diketahui sebagai Pembina Partai Nasdem Kutim.(SK2/SK3)

Artikulli paraprakAwas, Beruang Berkeliaran di Jalan Soekarno – Hatta Sangatta
Artikulli tjetërBanyak Acara di HUT Kutim, Namun Masih Tergolong Sederhana