Beranda kutim adv pemkab Ismu Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Anggaran Kesehatan

Ismu Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Anggaran Kesehatan

387
0

Sangatta (6/5-2020)

Rasionalisasi anggaran keuangan dan belanja daerah selama terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) atau yang kini dikenal dengan sebutan “Refocusing Anggaran”, menjadi hal yang mencuat dalam laporan serta diskusi antara Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar dengan sejumlah Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Puskesmas seKutim dan Kepala RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Pratama Sangkulirang, saat mengelar kegiatan video conference, Selasa (5/5) kemarin.

Bupati Kutim, Ismunandar

Saat menyampaikan laporan kegiatan penanganan COVID-19 di masing-masing wilayah kerja, hampir seluruh Kepala UPT Puskesmas ini menanyakan kejelasan pemangkasan atau rasionalisasi anggaran yang dilakukan Pemkab Kutim terhadap seluruh OPD (Organisasi perangkat Daerah) Kutim, termasuk anggaran kesehatan pada Dinas Kesehatan, Puskesmas dan RSUD Pratama Sangkulirang.

”Rasionalisasi anggaran kesehatan yang dilakukan Pemkab Kutim dikhawatirkan bisa menghambat kinerja RSUD Pratama Sangkulirang dan juga semua Puskesmas, termasuk tenaga medis yang ada dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di masing-masing wilayah. Terlebih setiap Puskesmas kini tengah mengupayakan pengadaan alat Rapid Test dan juga membutuhkan biaya operasional dalam penanganan warga yang masuk kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sehingga kami berharap agar Pak Bupati Ismunandar mempertimbangkan kebijakan untuk tidak memangkas anggaran kesehatan, mulai dari dinas hingga puskesmas,” ujar Kepala RSUD Pratama Sangkulirang, dr Rakhmadi Sya’ban Nur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ismunandar langsung menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah yang kebetulan juga hadir dalam kegiatan Vicon, untuk tidak melakukan rasionalisasi atau refocusing anggaran kepada Dinas Kesehatan, RSUD hingga Puskesmas. “Saya langsung instruksikan ke Sekda, untuk tidak memangkas anggaran kesehatan, mulai dari Dinas, Rumah Sakit hingga Puskesmas,” ucap Ismu langsung dihadapan peserta Vicon.

Bahkan saat dikonfirmasi kembali oleh wartawan usai menghadiri kegiatan Vicon, Ismu kembali menegaskan bahwa tidak ada pemangkasan anggaran kesehatan. Hal ini dikarenakan anggaran kesehatan memang diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dalam penanganan COVID-19, termasuk pengadaan alat test rapid, APD (Alat Pelindung Diri) dan lainnya.

“Ya, tidak akan dipangkas (anggaran kesehatan, red). Sebab sudah sesuai instruksi dan kesepakatan bersama dua menteri, bahwa anggaran kesehatan tidak boleh dipangkas dan menjadi prioritas. Sebab banyak pengadaan untuk penunjang penanganan COVID-19,” tegas Ismu.(Adv-Kominfo)

Artikulli paraprakHari ini di Kaltim : PDP Bertambah 23 orang, Positif 14 Orang
Artikulli tjetërPeduli, 5M Bagi Beras Pada Masyarakat Kutim Terdampak COVID-19