Beranda hukum Ismu : Pejabat Kurang Kreatif Dipertimbangkan Dalam Mutasi

Ismu : Pejabat Kurang Kreatif Dipertimbangkan Dalam Mutasi

972
0
Bupati Ismunandar saat melantik 232 pejabat Pemkab Kutim, dua tahun lalu.

SANGATTA (1/2-2019)

Bupati  Kutai Timur Ismunandar, mengakui dalam masa kepemimpinannya hampir tiga tahun, yang jadi masalah utama adalah pemotongan anggaran. Karena itu, ada segelintir pejabat, yang telah lama kerja, hidup pada zona ‘nyaman’ selama ini tidak mampu mengikuti irama kerjanya karena harus mengencangkan ikat pinggang.

“Selama tiga tahun belakangan ini memang kita dilanda defisit, karena pemotongan anggaran dari pusat. Ini menjadi perubahan besar, bagi segelintir oknum pejabat  yang selama ini tidak pernah merasakan defisit, kini harus merasakan defisit  yang membuat kita harus kencangkan ikat pinggang. Karena tidak biasa dengan kondisi seperti ini, makanya dia kalah langkah. Kita melangkah tiga kali, dia baru dua kali. Padahal, seharusnya meskipun dalam kondisi defisit, pejabat harus kreatif  agar tetap bisa seiring sejalan dengan tim untuk mencapai target,” ungkap Ismu belum lama ini.

Karena itu, sebut Ismu,  dalam rotasi pejabat atau mutasi akan yang  menjadi salah satu penilaian yang kurang ‘greget’ bisa dimutasi ditempat yang memang tidak terlalu butuh kreatifitas. Sementara tempat yang membutuhkan energi banyak, diberikan pada pejabat yang memang bisa kerja keras  bisa ikut ritme pemerintah, berinovasi untuk bisa mencapai target meskipun dalam kondisi sulit.

Namun, dalam kondisi sulit sekarang ini, kata orang nomor satu di Pemkab Kutim ini,  pemkab   tetap realistis. Karena itu yang diutamakan  kebutuhan dasar masyarakat  seperti listrik, air bersih, pendidikan dan kesehatan termasuk infrastruktur.

“Karena itu, tidak membuat proyek-proyek  atau bangunan monumental, seperti bangunan-bangunan besar. Sebab, bangunan-bangunan seperti hanya  bisa dinikmati lewat tatapan mata,  tapi tidak dinikmati masyarakat yang jauh. Karena itu, kami hanya membangun-bangunan yang  dinikmati masyarakat secara langsung, seperti  pembanguan air bersih, listrik, kesehatan dan pendidikan termasuk infrastruktur jalan,” katanya.

Meskipun tidak ada yang monumental, namun  dalam tiga tahun ini, ia dan Kasmidi Bulang  berhasil  meningkatkan cakupan layanan listrik  dan PDAM di Kota Sangatta Utara, Sangatta selatan serta beberapa kecamatan di luar ibukota kabupaten. “Masalah listrik kini tidak banyak lagi keluhan di Sangatta dan sekitarnya, termasuk masalah  PDAM, yang mungkin kita bereskan dalam waktu dekat. PDAM, listrik ini tidak kelihatan bangunannya, tapi dirasakan  manfaatnya oleh masyarakat,” sebut Ismu.(SK2)

Artikulli paraprakTemuan Handoko, Ternyata Bom Jepang di Perang Dunia II
Artikulli tjetërDandim Ingatkan Masyarakat Tidak Mendatangi Lokasi Bom