Beranda KABAR KALTIM Isran : Kaltim Memang Terbuka Bagi Siapa Saja

Isran : Kaltim Memang Terbuka Bagi Siapa Saja

560
0
Gubernur Kaltim Isran Noor saat berdialog dengan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imam Baidirus.(Foto Humas Kaltim)

SAMARINDA (28/8-2020)

 Ditetapkan Provinsi Kaltim sebagai Calon Ibu Kota Negara (IKN) RI, diakui Gubernur Kaltim, wajar. Dalam pertemuannya dengan  Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imam Baidirus yang didampingi Kasdam VI Mlw Brigjen TNI Tri Hartanta, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Aslog Kaskogabwilhan II Marsma TNI Dani Harsono, Kogabwilhan II Kolonel Tek Heri Hercules, Paban V Srenum Mabes TNI Kolonel Inf G Herry K, Koorsmin Pangkogabwilhan II Kolonel Nav Sani Salman Nuryadin, Paban I Srenum Mabes TNI Kolonel Czi Saptono, Kasi Ren 091 ASN Kol Kav Eko Agus Nugroho, dan Pabandya Slog Mabes TNI Letkol Adm Bukhori, beberapa hari lalu, disebutkan masyarakat Kaltim sangat memahami kondisi daerah ini termasuk mendukung adanya program yang dibangun Pangkogabwilhan II.

SETIA NKRI : Sebagai bentuk kepedulian dan kesetiaan kepada NKRI, Isran Noor saat menjadi Bupati Kutim, membeli kapal patroli untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Kapal yang kini beroperasi di Kutim diberinama KAL Kudungga

Menurut Isran, keberadaan Pangkogabwilhan II sangat mendukung pengembangan IKN Baru di Benua Etam. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tepian Kantor Gubernur Kaltim, Isran menceritakan sejarah kerajaan Kaltim yang berada di Kukar hingga penyebarannya.

“Sejak zaman Kerajaan Kutai hingga sekarang, masyarakat di Kaltim sangat rukun dan damai. Bahkan cenderung bisa menerima siapa saja yang datang ke daerah ini. Artinya, kondisi sosial masyarakat di daerah ini jauh dari konflik sara atau sosial. Makanya, wajar jika rencana IKN ditetapkan di Kaltim,” ungkap Isran Noor.

Kondisi tersebut dikarenakan adanya keseimbangan suku, agama, ras dan bangsa yang ada di daerahnya yang telah hidup berdampingan, saling menghargai dan menghormati, “Inilah yang terjadi di Kaltim sejak Kerajaan Kutai yang dipimpin Kudungga hingga keturunannya karenanya ketika saya menjadi Bupati Kutim sempat membeli kapal perang yang diberikan ke TNI AL dengan nama Kudungga,” terang Isran.

Isran yang banyak mempelajari  sejarah kerajaan di Indonesi ini,  menyatakan sejarah kerajaan Kutai kebijakan terbuka kepada siapa saja atau tidak menutup diri. Iapun memberi contoh tentang alat musik yang ada di Keraton Kutai saat ini yang didatangkan dari Pulau Jawa, kemudian  Kampung Baqa di Samarinda Seberang yang diberikan untuk masyarakat Bugis asal Sulsel.

“Inilah modal dasar untuk menjaga keamanan di daerah ini hingga ditetapkannya menjadi IKN. Tapi, ini bukan feodalisme atau sebuah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik. Tapi, sejarah yang wajib diketahui seluruh anak bangsa. Itulah yang terjadi di Provinsi Kaltim hingga terwujudnya kondusifitas daerah,” beber Isran yang membuat Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imam Baidirus tampak serius mengamati paparan Isran.(SK8)

Artikulli paraprakKB Sampaikan KUA – PPAS Tahun 2021
Artikulli tjetërKPK Diserang Corona, Jam Kerja Pegawai Diatur