Beranda hukum Ivan : Korban Corona Terus Berjatuhan, Hentikan Menyebarkan Fitnah

Ivan : Korban Corona Terus Berjatuhan, Hentikan Menyebarkan Fitnah

579
0
3 Korban Virus Corona yang wafat di RSU AWS Samarinda, Kamis (17/9)

SAMARINDA (17/9-2020)

                Masyarakat kembali diingatkan tidak abai virus Corona, karena lengah sedikit taruhannya nyawa. Kepala Biro Humas Kaltim, Syafranuddin mengaku sedih dan semakin khawatir dengan kasus Covid 19 di Kaltim, terus merenggut nyawa.

M Syafranuddin – Kepala Biro Humas Setprov Kaltim

                “Hari ini, saya menerima laporan hingga pukul 11.00 Wita, ada 4  orang meninggal dunia yang diketahui positif terpapar Covid 19. Warga Samarinda yang meninggal dunia itu, 3 orang wafat di RSU AWS dan 1 orang di RS SMC Samarida,” bebernya.

                Keprihatinan Jubir Pemprov Kaltim ini karena data yang ia terima dari tim lapanganya, selalu ada pasien Covid 19 yang meninggal dunia setiap hari. Demikian dengan warga masyarakat yang dinyatakan positif terpapar. “Kondisi saat ini, benar-benar memprihatinkan karenanya masyarakat yang belum terpapar baik diri sendiri atau keluarganya, ayo untuk benar-benar melaksanakan Prokes demi kesehatan diri sendiri,” pesannya.

                Kepada oknum masyarakat yang menyatakan data korban Covid 19 dibuat-buat termasuk yang meninggal dunia agar mendapatkan dana lebih besar, ia meminta untuk tidak meneruskan pernyataan menyesatkan ini .

                Menurutnya, data yang disampaikan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 baik  kabupaten, provinsi maupu pusat, merupakan data riil. Sementara terkait dana yang digunakan, semua terdokumentasi dengan baik dan selalu diaudit peruntukannya.

                Prian yang kerap disapa Ivan ini  menandaskan, dibalik penanganan Covid 19 selama ini tidak ada bisnis apapun yang dilakukan aparat kesehatan terlebih tenaga kesehatan yang bersentuhan langsuung dengan pasien. “Kalau hitungan-hitungan biaya penanganan pasien Covid 19 semua sudah ada daftarnya, salah satunya biaya swab mencapai Rp1,8 juta sekali swab kalau selama dirawat terus menjalani swab bisa dihitung berapa jumlahnya, demikian dengan biaya makan dan obat-obatan,” bebernya seraya menerangkan ia pernah bertemu dengan mantan pasien Corona yang sempat dirawat lebih sebulan.   Ditegaskannya, mereka yang bertugas menangangi pasien Corona baik tenaga kesehatan maupun pemakaman, menyadari dan ihlas jika mereka rentan terpapar virus yang belum ada obatnya di dunia ini. Menurutnya, seharusnya dengan keihlasan tenaga kesehatan dan mereka yang terlibat pemakaman korban Corona, harusnya didukung dan dipompa semangatnya karena tidak semua orang bisa atau mau melakukan. “Hentikan menyebarkan isu tak benar, ketimbang menyebarkan fitnah  lebih baik kita membentengi diri dan keluarga dari serangan Corona. Kalau hari ini kita bisa melihat orang lain menangis karena keluarganya menjadi korban Corona, bisa jadi besok atau kapanpun giliran kita,” ungkap Ivan yang sudah menjalani tes swab beberapa kali ini.(SK8)

Artikulli paraprakJauhar : Jangan Jadi Penonton, Kaltim Harus Berbenah
Artikulli tjetërJatuh Di Tanjung Santan, Jasad Rasan Ditemukan di Teluk Lombok