Beranda politik DPRD Kutim Jalan Rusak Akibat Aktivitas Perusahaan, DPRD Kutim Minta Perusahaan Ikut Andil Perbaiki

Jalan Rusak Akibat Aktivitas Perusahaan, DPRD Kutim Minta Perusahaan Ikut Andil Perbaiki

0

Loading

SUARAKUTIM.COM; SANGATTA—Aktivitas sejumlah perusahaan di wilayah Kutai Timur (Kutim), baik yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, perkebunan sawit dan Hutan Tanam Industri (HTI), diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah, terutama dalam menekan angka kemiskinan serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Namun tak jarang, aktivitas perusahaan ini menjadi keluhan masyarakat, terutama jalan yang rusak akibat aktifitas kendaraan perusahaan yang bertonase tinggi.

Ketua DPRD Kutim – Joni, S. Sos

Untuk meminimalisir keluhan masyarakat terkait kondisi pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah Kecamatan. Seperti kondisi jalan menuju ke Kecamatan Muara Bengkal yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu karena karena rusak parah dan bahkan berkubang lumpur, membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Joni, angkat bicara dan meminta agar ke depan seluruh perusahaan yang ada di Kutim, baik yang bergerak di pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit serta HTI, bisa lebih memperhatikan kondisi jalan di setiap wilayah mereka beroperasi.

“Kalau seandainya ada jalanan rusak tolong di bantu perbaikilah, apalagi mereka juga melintas di jalan itu. Sebab kalau tidak, yang jadi korban masyarakat, yang tidak mengunakan kendaraan roda empat ,” jelas Joni, diruang kerjanya, Senin (05/4) pada wartawan.

Dijelaskannya, jika seandainya setiap perusahaan bisa turut andil membantu memperbaiki jalan yang rusak di sekitar wilayah mereka beroperasi, maka perawatan jalan akan tetap berjalan dengan baik. Selain masyarakat merasa senang, pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah itu juga akan merasa nyaman ketika melintas. “Jangan hanya menunggu pemerintah untuk melakukan perbaikan, padahal, perusahan juga punya andil dalam kerusakan jalan itu,” katanya.

Dikatakan, kalau masyarakat yang merusak jalan yang melintas itu memang biasa, karena terkait aktifitas. Namun karena perusahan juga melakukan aktifitas lalu lintas di sana, maka sebaiknya perusahaan juga ikut bertanggun jawab, melakukan perbaikan. Apalagi, kalau di daerah itu ada banyak perusahan, maka tentu tidak akan berat kalau semua ambil bagian dalam melakukan perawatan jalan, demi kenyamanan masyarakat dan perusahan itu sendiri.(Advetorial/Admin)