Beranda kutim haji Jamaah Haji Kutim Tergabung di Kloter 10 Balikpapan Bersama Samarinda dan Paser

Jamaah Haji Kutim Tergabung di Kloter 10 Balikpapan Bersama Samarinda dan Paser

2172
0
Peta Pemondokan Haji Tahun 2019

SANGATTA (6/5-2019)

                Jamaah Haji Indonesia (JHI) asal Kutim tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Balikpapan (BPN) yang dijadwalkan terbang ke Makkah – Arab Saudi, Kamis (1/8). Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umeah Kemenag Kutim, Sofyansyah menerangkan CHJ Kutim akan tergabung dengan jamaah asal Kabupaten Paser dan Samarinda.

Sofiansyah – Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama Kutim.

                Kepada Suara Kutim.com disebutkan CHJ Kutim yang berjumlah 170 orang belum ditambah 16 orang dari penambahan quota, sesuai jadwal yang diterima Kemenag, CHJ Kutim termasuk Gelombang II artinya dari Balikpapan langsung menuju Makkah, setelah puncak haji baru bergeser ke Madinah dan kembali ke Balikpapan. “Yang pasti saat ini diketahui jadwal pemberangkatan pertama kloter satu dimulai tanggal 7 Juli 2019 yang sehari sebelumnya sudah masuk asrama haji,” terang Sofyansyah.

                Dijelaskan,  Jemaah Haji akan mulai masuk asrama haji kemudian menjalani proses persiapan pemberangkatan yang dilakukan tim pelayanan terpadu mulai dari proses Custom Immigration and Quarantine (CIQ) serta city check-in, pemantapan manasik, pembagian uang living cost, dan perlengkapan haji lainnya. “Asrama haji harus steril dan ketika Jemaah Haji sudah berada di dalam asrama haji, diharapkan dapat istirahat dan tidak diganggu lagi dengan kunjungan-kunjungan keluarga,” terangnya seraya menambahkan pemberangkatan Gelombang dua dimulai tanggal 20 Juli hingga 5 Agustus 2019.

                Selama di Makkah, CHJ Kutim akan berada di kawasan Ray Bakhsy yang diperkirakan berjarak lebih kurang 1 Km dari Masjidil Haram. Karena dalam jarak dekat, kemungkinan CHJ Kutim tidak disediakan bus shalawat seperti tahun 2018 lalu yang berada di kawasan Aziziah.

                Karena berjarak lebih kurang 1 Km dari Majidil Haram, otomatis aktifitas jamaah lebih banyak jalan kaki untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. “Karenanya latihan fisik untuk jalan jauh dalam cuaca panas diperlukan sekali, agar terbiasa saat berada di Makkah dan Madinah nanti,” pesan Sofyan.

                Terkait waktu wukuf, diakui berdasarkan jadwal diperkirakan Sabtu (10/8) dengan demikian seluruh jamaah haji akan berangkat ke Araffah pada Jumat (9/8).(SK11)

Artikulli paraprakAkhirnya Sangatta Utara Tutup RPT KPU Kutim
Artikulli tjetërSuharman : Sungai Bengalon Multi Fungsi, Selain Sebagai Sumber Air Juga Tempat Buang Sampah