Beranda hukum Jas dan IP Juga Curi Kotak Amal 3 Masjid di Bengalon

Jas dan IP Juga Curi Kotak Amal 3 Masjid di Bengalon

1705
0
Kedua tersangka Jas dan IP setelah menjalani pengambilan proyektil di RSU Kudungga Sangatta.

SANGATTA (6/3-2018)
Jas (26) dan IP (38) – dua oknum security PT KIN Bengalon ternyata terlibat dalam serangkaian pencurian kotak amal di sejumlah masjid Bengalon. Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, menerangkan selain mencuri di Rumah Makan (RM) Diponegoro Sangatta Selatan, keduana juga mengaku melakukan serangkaian pencurian di tempat lain.
Kepada penyidik, terang Kapolres, Jas dan IP mengaku telah mencuri 3 kotak amal masjid yakni di Masjid Besar Bengalon, kemudian Masjid Al Akbar Jalan Mulawarman tepatnya belakang Polsek Bengalon serta Masjid Rawa Indah. “Saat ini belum diketahui berapa uang mereka dapatkan dari mencuri ketiga kotak amal, karena sedang dalam pemeriksaan,” terang kapolres, Selasa (6/3).
Jas dan IP, Ahad (4/3) lalu dibekuk Tim Opsnal Polres Kutim diduga sebagai pelaku pencurian di RM Diponegoro Sangatta Selatan. Aksi yang direncanakan di Bengalon ini, dilakukan dengan cara mencongkel jendela. “Yang masuk dalam rumah tersangka Jas sedangkan Ip menunggu di luar sambil mengamati keadaan luar,” terang kapolres.
Dari kediaman Rakmad Maulana Ramadhan Bin Achmad Subadi, barang dicuri diantaranya 1 Set Drone DJI Mavic Pro type Combo serial 08QDE2N01200Z0 warna Abu-Abu beserta 3 buah batrai dan 1 buah remot Control, 1 buah Camera type DSLR merk Canon 500D warna hitam beserta 1 buah batrai Grip, Camera type BSLR merk Canon 550D warna hitam, Camera type DSLR merk Canon EOS 700D serial 2103403502597 warna hitam beserta 1 buah lensa kit, dan lensa Kamera Canon EF70-200mm Lseries.“Di Camp PT KIN Bengalon ini, mereka berbagi harta curian,” terang kapolres.
Kasus pencurian yang dilakukan oknum security PT KIN ini berhasil dibongkar Polres Kutim, setelah dilakukan olah TKP dan menggali keterangan saksi. “Hasilnya mengarah kepada kepada Jas dan IP, karenanya dilakukan perburuan ke Bengalon. Saat ditanya, keduanya tak berkutik terlebih barang bukti ditemukan,” kata AKP Yuliansyah seraya menambahkan tersangka sempat dihadiahi timah panas karena berusaha lari ketika dimintai menujukan barang bukti.
Selain mendapat hadiah timah panas, Jas kelahiran Polman – Sulbar tanggal 8 Oktober 1992 dan IP kelahiran Lampung tanggal 5 Mei 1980, kini mendekam di sel Polres Kutim. “Keduanya sedang menjalani pemeriksaan dan pengembangan kasusnya sejak ditangkap Ahad tanggal 4 Maret 2018 kemarin,” sebut AKP Yuliansyah.(SK12)

Artikulli paraprakUngkap Kasus Penembakan Orang Utan, 9 Anggota Polres Terima Penghargaan Kapolres Kutim
Artikulli tjetërDLH Ingatkan Disperindag Soal DPLH Pasar Induk Sangatta