Beranda hukum Kami Dalam Keadaan Mabuk, Sakura Juga

Kami Dalam Keadaan Mabuk, Sakura Juga

2430
0
3 tersangka penggarap Sakura ketika dibawa anggota Reskrim Polres Kutim untuk menjalani pemeriksaan.

SANGATTA (15/2-2019)

            Pelaku pecabulan terhadap Sakura (15) seorang oknum pelajar SLTP di Sangkulirang yakni YS, Ard dan Riz menyebutkan Sakura, sudah tidak perawan. Namun, ketiganya menyebutkan hubungan badan yang mereka lakukan karena suka sama suka.

Kasatreskrim Polres Kutim AKP Yuliansyah.

            YS yang menjadikan kamarnya sebagai tempat pesta seks, Sabtu (15/9) tahun 2018 malam, kepada Suara Kutim.com mengakui ia awalnya tidak bermaksud “apa-apa” terhadap Sakura meski sama-sama dalam keadaan pengaruh alkhohol. “Ketika saya masuk kamar, ia mengikuti. Kemudian saya keluar kamar lagi, ia nggak keluar dengan alasan di luar panas. Ketika saya masuk kembali, ia sudah tanpa pakaian,” cerita YS.

            Melihat Sakura sudah tanpa sehelai benang pun, YS tak menyia-nyiakan. Meski demikian tak mengetahui berapa lama “bermain” dengan Sakura. Yang pasti setelah puas, YS yang punya tindik di kedua kupingnya, keluar.

            Sepeninggal YS, dalam hitungan menit, Sakura langsung dicicipi secara bergantian oleh Ard, Riz, kemudian Be dan Jo – bukan nama sebenarnya – karena masih di bawah umur. “Kami tidak tahu ia masih di bawah umur, ia sendiri yang datang ketika kami sedang minum-minum. Sakura, sempat minum beberapa kali kemudian masuk rumah bersama YS,” terang Ard.

            Ketika ditanya siapa yang harus bertanggungjawab terhadap anak yang dikandung Sakura saat ini, warga Desa Benua Baru Sangkulirang ini tak menjawab. Ketiganya kompak diam, dan menatap lantai ruang pemeriksaan.

            Kasat Reskrim AKP Yuliansyah mewakili Kapolres AKBP Teddy Ristiawan, Jumat (15/2) menyebutkan untuk menentukan siapa bapak dari anak yang dikandung Sakura, hanya bisa melalui tes DNA setelah Sakura melahirkan. “Hanya tes DNA menentukan siapa bapak dari anak yang dikandung Sakura, memang tersangka Ard mengaku telah tiga kali,” terang AKP Yuliansyah.

            Seperti diberitakan kemarin, seorang  Sakura (15) kini terhenti sekolah, ia   harus menanggung malu karena  sudah berbadan dua, namun ia  bingung tidak tahu siapa bapak dari bayinya karena ada 5 pria yang mengaulinya.

Perbuatan yang membuatnya kini  hamil 4 bulan ini tiada lain  akibat bergaul bebas dan suka pesta miras.   Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan bersama Kasat Reskrim AKP Yuliansyah dan Kapolsek Sangkulirang AKP Syamsu Alam, Kamis (14/2) menyebutkan, kasus yang menimpa Sakura ini  melibatkan 3 orang dewasa dan 2 orang anak di bawah umur sementara korbannya berusia di bawah umur. “Semua pelaku sudah diamankan di Mapolres Kutim menjalani pemeriksaan, sementara dua tersangka karena berusia di bawah umur segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri untuk segera disidangkan sesuai UU Perlindungan Anak,” terang kapolres.(SK11)

Artikulli paraprakAgar Dana Warga Miskin Tepat Sasaran, Perlu Data Ulang dan Pelabelan Rumah
Artikulli tjetërPemkab Harus Bangun Pabrik CPO Demi Selamatkan Petani Sawit Mandiri