Beranda kutim haji Kasmidi : Pemkab Kutim Ikut Berduka Wafatnya Jamaah Haji di Tanah Suci

Kasmidi : Pemkab Kutim Ikut Berduka Wafatnya Jamaah Haji di Tanah Suci

847
0
Wabup Kasmidi Bulang saat menyalami jamaah haji yang baru tiba di Sangatta.

SANGATTA (5/9-2019)

            Pemkab Kutim, kata Wabup Kasmidi Bulang, ikut berduka dengan wafatnya jamaah haji asal Kutim di Kloter 5 Balikpapan. Saat menyambut kedatangan Jamaah Haji Kloter 5 di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Kamis (5/9), Kasmidi sempat mengajak jamaah, undangan dan warga Kutim membaca Al-Fatihah yang dihadiahkan kepada Almarhumah Hajjah Nani Jaji Makure binti Jaji  dan Hajjah Faridah Anang Acil binti Anang Acil, yang wafat di Mina dan Makkah.

Almarhumah Nani Jaji (82) Makure wafat di Mina

            “Pemkab ikut berduka dengan wafatnya kedua jamaah haji asal Kutim yang wafat di tanah suci, apa yang terjadi mari kita ihlaskan agar keduanya di alam barzakh tenang dan semua amal ibadahnya diterima Allah SWT serta ditempatkan di surga firdaus,” kata Kasmidi Bulang.

            Kedatangan jamaah haji Kutim meski berduka karena ada yang wafat, namun tidak mengurangi semangat untuk menuju haji mabrur. Menurut Kasmidi, Kutim yang sedang membangun membutuhkan warga yang siap membantu dalam segala bentuk untuk menjadikan Kutim lebih beriman, bertaqwa dan modern. “Semoga jamaah haji yang tiba kembali ke tanah air khususnya Kutim, menjadi haji mabrur dan menjadi pioner pembangunan Kutim,” kata Kasmidi dalam acara yang dihadiri Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, Dandim 0909 Sangatta Letkol CZI Pabate, Sekda Irawansyah dan pejabat lainnya.

Alhmarhumah Hajah Faridah binti Anang Acil yang wafat di Makkah.

            Usai memberikan sambutan, Wabup Kasmidi bersama pejabat lainnya langsung menyalami satu persatu jamaah yang datang mengenakan pakain khas haji. “Selamat datang pak, alhamdulillah masih sehat semoga menjadi haji mabrur,” kata Kasmidi saat menyalami jamaah haji.

            Jamaah haji Kutim yang tergabung di Kloter 5 Balikpapan, semula berjumlah 180 orang namun yang datang kembali 178 orang. Jamaah yang bertolak ke tanah suci tanggal 23 Juli 2019 lalu ini, tiba di Sangatta pukul 11.20 Wita.

            Berdasarkan catatan Suara Kutim.com para tamu Allah SWT ini, untuk pulang ke tanah air sudah menempuh perjalanan sekitar 30 jam. Mereka terbang dari Bandara Internasional Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Rabu pukul 05.15 WAS atau pukul 10.15 WITA. Setelah menempuh penerbangan lebih 10 jam, Rabu (4/9) pukul 20.58  WITA tiba di Bandara Internasional Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

            Setiba di Balikpapan, semua jamaah mengikuti proses kedatangan di Embarkasi termasuk makan malam. Setelah beberapa jam istirahat, Kamis (5/9) pukul 02.00 Wita  melanjutkan  pemberangkatan ke daerah masing-masing diantaranya Kutim.

Setelah berlangsung proses penerimaan, usai shalat Dzhur, semua  jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan membawa air zam-zam ukuran 5 liter  yang telah disediakan. Meski sudah bersama keluarga, tampak sekali jamaah berat melangkah untuk berpisah dengan sesama jamaah. “Banyak cerita bersama jamaah lainnya, itulah kehidupan ada pertemuan ada perpisahan,” kata Suprapto Muhammad Khayyan (57) warga Panorama Swara Bara Sangatta Utara.(SK11)

Artikulli paraprakDi MTQ Kaltim Ke 41, Kutim Naik Satu Tingkat
Artikulli tjetërOBP Pertegas Tapal Batas di Pulau Sebatik