Beranda foto Ke Samarinda, Perampok Sewa Kapal Rp150 Juta & Ojeg Rp35 Juta

Ke Samarinda, Perampok Sewa Kapal Rp150 Juta & Ojeg Rp35 Juta

1965
0
Kapolres Kutim AKBP Edgar Diponegoro mengamati sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan jajarnnya.

SANGATTA,Suara Kutim.com (9/3)
Kawanan perampok gaji karyawan PT Sinergi Agro Industri Estate (SAIE) sebesar Rp2,1 M yang terjadi Selasa (10/2) lalu sudah merencanakan matang-matang aksinya, sehingga dengan mudah mengetahui kapan dan kemana untuk melarikan diri setelah beraksi.
Kapolres Kutim AKBP Edgar Diponegoro didampingi Kasat Serse AKP Danang Setyo Pambudi, memperkirakan dilakukan cukup lama. “Pelaku yang ditangkap merupakan warga pendatang, memang ada salah satu diantaranya tercatta residivis namun dalam pekara apa dan dimana belum diketahui,” sebut kapolres.
Meski demikian kapolres dan kasatserse mengakui motif perampokan hanya ingin menguasi uang perusahaan yang dikawal Teguh Susilo, Yudi dan Emi – ketiganya karyawan SAIE sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Dalam pemeriksaan awal, diketahui sebelum perampokan dilakukan sudah dilakukan pengamatan lokasi eksekusi yakni depan pos keamanan yang terbilang sunyi dan jauh dari pemukiman.
Kepolisian memang belum menemukan siapa actor utama dari perencanaan perampokan gaji ratusan karyawan PT SAIE ini. Namun, analisis sementara kapolres dugaan kuat mengarah oknum-oknum dalam perusahaan yang tahu persis berapa banyak dan kemana termasuk rute uang biasa dibawa saat pembayaran gaji. “Karenanya, saat dilakukan penyelidikan ada beberapa oknum karyawan yang ditengarai terlibat namun semua perlu pendalaman serta pembuktian,” terang kapolres seraya menyebutkan penangkapan empat tersangka tiada lain pengakuan A (45), B (50), A (25) dan J (39) yang tiada lain warga sekaligus karyawan yang akan menerima gaji.
Kepada penyidik ketiga tersangka yakni B alias BB (28), M alias G (30), H alias H (41) serta R alias R, kabur setelah melakukan pembagian hasil rampokan dengan pembagian masin-masing Rp300 juta.
Untuk memudahkan pelarian dan mengetahui bisa terhadang operasi darat yang dilakukan polisi, kawanan perampok melarikan diri dari Sangkulirang ke Samarinda, menggunakan kapal yang disewa seharga Rp150 juta. Namun, ada satu orang pelaku kabur ke Samarinda hanya menggunakan sepeda motor seorang tukang ojek dengan tarif Rp35 Juta. “Jika dihitung masih banyak uang yang belum jelas kemana larinya, kalau keempat pelaku mengaku masing-masing mendapat Rp 300 juta artinya baru Rp1,2 M yang terbagi sedangkan sisanya Rp900 Juta kemana,” ujar kapolres.
Dari perburuan ke Sulsel, polisi selain menangkap B, M dan H juga mengamankan uang sebesar Rp417 juta yakni dari B sebanyak Rp178 juta, M sebesar Rp106 juta dan H sebanyak Rp133 juta. Kemudian dari HS yang ditangkap dan dihadiahi timah panas, Senin (9/3) pagi, diamankan Rp140 juta.
Barang bukti lain yang disita polisi dari tersangka B berupa HP 2 unit demikian dari H. Sedangkan dari HS yang diketahui sebagai pelaku utama, disita 1 unit sepeda motor Nopol DW 4592 XY yang baru dibeli, 1 unit mesin genset dan peralatan tukang. “Senjata api rakitan berikut amunisinya ditemukan di lokasi tempat membagi hasil rampokan,” terang kapolres seraya menambahkan senpi ditemukan pada Sabtu (7/3) malam.
Seperti di wartakan, aksi perampokan yang menimpa Teguh Susilo, Yudi dan Emi, karyawan PT SAIE saat ketigannya dengan kendaraan roda empat Nopol KT 8268 RG sedang membawa uang tunai sebanyak Rp2,1 M.
Setiba di Pos 2 Security PT SAIE, ketiganya kaget karena jalan sudah diportal tidak seperti biasanya. “Belum sempat membuka portal kami kaget, tiba-tiba dari pos security keluar tiga orang dan dua diantaranya membawa senjata api . Mereka langsung menanyakan uang yang tersimpan dalam koper warna cokelat, setelah itu langsung melarikan diri ke jalan umum,” beber Teguh dalam keterangannya kepada penyidik.(SK-02/SK-03/SK-08)

Artikulli paraprakRemaja Modern Perlu Perhatian dan Pendampingan Serius
Artikulli tjetërGubernur, Restui Isran Mundur