Beranda kutim Kecurangan Pemilu Sejak Pendataan Pemilih

Kecurangan Pemilu Sejak Pendataan Pemilih

1256
0
Suasana TPS yang kurang memadai, membuka peluang kecurangan

SANGATTA,Suara Kutim.com
    Adanya dugaan pengelembungan suara Pemilu 2014 di Kutim ditengarai sudah terjadi sudah lama, selama ini akibat lemahnya penegakan hukum kasus penipuan suara rakyat  ini   terus terjadi bahkan marak.
 Keterangan dihimpun Suara Kutim.com, kecurangan untuk meraih suara sebanyaknya di Pemilu dilakukan dalam berbagai cara seperti pendataan pemilih tidak benar dan tepat sehingga menyebabkan banyak surat pemberitahuan tidak tersalurkan. “Jika data pemilih itu dilakukan RT dan petugas desa, tentu yang terdata itu valid namun buktinya ada KPPS tidak bisa membagikan formulir c enam dengan alasan alamat tidak jelas atau memang sengaja tidak dibagikan,” ujar Anton seorang warga Teluk Lingga.
            Permainan di level bawah ini, sebut Anton sudah dikondisikan karena surat Form C bisa dijual kepada timses Caleg atau Parpol yang memang sudah dipersiapkan. Anton menyebutkan, kasus ditemukannya 26 Form C di Munthe yang digunakan orang lain merupakan bukti kuat.
            Selain membuat data pemilih fiktif  dengan memasukan ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), aktor – aktor yang menodai demokrasi Indonesia, ungkap Anton juga sudah melakukan pendekatan dengan aparat termasuk oknum – oknum di KPPS samapi PPS. “Seharusnya saat pemilih datang wajib diperiksa KTP atau identitas lainnya, meski sudah kenal atau satu rumah. Kenyatannya, cross cek tidak dilakukan bahkan petugas KPPS hanya mau menerima pemegang surat pemberitahuan sebagai bukti sah padahal Form C6 itu bukan bukti sah karena hanya sebagai pemberitahuan,” beber Anton.
            Pria yang sudah lama mengamati proses Pemilu itu menilai, hampir semua Caleg dan Parpol telah melakukan kecurangan mulai menyuap pemilih sampai mempengaruhi pelaksana Pemilu. “Uang yang diterima HB  seorang oknum di  KPU Kutim, tergolong kecil tapi itu hanya uang muka saja pasalnya jika lolos tidak menutup kemungkinan HB akan mendapatkan berbagai lebih besar jika mereka yang dibantu masuk parlemen,” sebutnya pria yang mengaku bekerja di sebuah perusahaan ternama di Sangatta.(SK-03)
Artikulli paraprakSungai Lebak Tercemar Tambang, KPC Perlu Penelitian
Artikulli tjetërPDRB Kutim Mencapai Rp60,93 T