Beranda hukum Kewenangan Ditarik, Pemda Lemah Awasi Orang Asing

Kewenangan Ditarik, Pemda Lemah Awasi Orang Asing

839
0

SANGATTA (29/3-2018)
Sejak diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah (Pemda) yang menarik sejumlah kewenangan kabupaten dan kota, pengawasan terhadap orang asing menjadi lemah. Dalam kacamata Kepala Disnaker Transmigrasi Kutim, Darius Jiu Dian, saat ini pengawasan orang asing terutama tenaga kerja asing menjadi lemah.
“Akibat UU Pemda, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Timur, sudah kehilangan power untuk melakukan pengawasan orang asing terurama tenaga kerja,” terangnya.
Diungkap Darius, UU Pemda telah mengkebiri kewenangan Pemkab dalam pengawasan orang asing di Kutim, baik orang asing yang datang ke Kutim sebagai wisatawan, peneliti maupun pekerja asing di perusahaan. Pemkab Kutim, sebutnya, tidak bisa mengontrol aktivitas dan mobilitas orang asing di Kutim karena sepenuhnya diambil alih oleh provinsi disisi lain timnya sudah ada.
Data Disnakertrans Kutim, saat ini ada 80 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di 17 perusahaan di Kutim dan didominasi di perusahaan tambang batubara. Meski tidak memiliki kewenangan pengawasan secara penuh, namun pihaknya masih menerima pelaporan terkait jumlah TKA di masing-masing perusahaan.
Ia berharap, Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kutim kecamatan, memberikan harapan besar bagi Pemkab Kutim dalam pengawasan orang asing, karena instansinya akan berkoordinasi dengan Bidang Pengawasan di Disnakertran Kaltim, Imigrasi Kelas I Samarinda dan TIMPORA Kutim, untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung jumlah TKA yang ada di Kutim. “Jangan ada orang asing yang bekerja di Kutim, yang tidak sesuai procedural seperti mengerjakan yang sebetulnya bisa dkerjakan warga Kutim,” sebut Darius seraya menyebutkan sederet angka jumlah pencari kerja di Kutim.(SK3)

Artikulli paraprakMTQ Kutim Digelar Mulai Tanggal 13 April 2018 di Karangan
Artikulli tjetërTransaksi Sabu di Laut Tarakan, Dipasarkan di Muara Wahau