Beranda kutim KH Malik : Jamaah Wajib Muhasabah Selama di Arafah

KH Malik : Jamaah Wajib Muhasabah Selama di Arafah

1129
0
Tenda jamaah haji di Arafah yang sudah lengan 
SANGATTA,Suara Kutim.com
Momentum wukuf di Arafah  tidak hanya dijadikan memohon ampunan dan berdoa kepada Allah SWT, tapi esensi lainnya  jemaah haji   menjadikan kesempatan utama   untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Demikian diungkapkan Naib Amirul Hajj KH. Malik Madani saat menyampaikan ceramah shubuh di Arafah, Jumat (3/10). Seperti dilaporkan Kontributor Suara Kutim.com  Haji Abdurahman, Ahad (5/10) siang.“Di Padang Arafah  mari manfaatkan untuk bersyukur, berzikir, dan bermuhasabah atau evauasi diri. Istigfar dan berdoa dengan tidak diringi evaluasi diri maka kurang bermakna, dan akan bermakna istigfar kita dengan bemuhasabah,” pesan KH Malik.
KH Malik mengatakan,  Al-Ghazali menempatkan kata-kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam permulaan bab muhasabah  untuk  evaluasi terhadap diri sndiri  sebelum  dihisab atau dievaluasi pihak lain terutama oleh Allah Swt di hari kiamat.  “Penting untuk muhasabah atau evaluasi diri dan menimbang baik terhadap diri sendiri, komunitas dan bangsa ini,” pesannya.
Dalam laporannya,  Haji  Abdurahman, menyebutkan KH Malik menilai syiar peribadatan yang semarak di Indonesia terutama pada Ramadlan yang dimeriahkan dengan beragam acara televisi termasuk antrian pendaftar haji yang demikian panjang.  Meski syiar keagamaan marak, ternyata   tidak memiliki korelasi dengan kualitas keberagamaan masyarakat Indonesia salah satunya masih adanya  terorisme.   “Kesalehan ibadah memang dibawa Nabi, tapi semuanya itu bemuara pada satu tujuan untuk kesalehan akhlak,” kata Malik.

            Menyinggung posisi jamaah haji, Abdurahman menyebutkan sedang berada di Mina untuk untuk melontar jumrah sampai hari ketiga. Dikatakan, setelah tiga hari di Mina, jamaah akan ke Makkah untuk persiapan kembali ke tanah air bagi gelombang pertama dan  kedua ke Madinah.(SK-05)
Artikulli paraprakDinas Pertanian Pantau Penyakit Hewan Kurban
Artikulli tjetërAnak Suku Basab, Sekolah di BPU